KOLABORATOR 10 TAHUN LAWLESS JAKARTA: Bunga Fatia

Bunga Fatia, seorang graffiti artist asal Jakarta yang pada tahun 2014 silam mendirikan Ladies on
Wall yang bertujuan mengajak perempuan untuk lebih berkontribusi kepada komunitas melalui jalur
seni graffiti. Selain di Indonesia, Ladies on Wall juga sudah memiliki perwakillan di Brisbane, Australia.

Dalam proyek kolaborasi 10 Tahun Lawless Jakarta, Bunga Fatia memberikan nama pada
karyanya yakni The Complexity. Karya ini menceritakan seorang wanita yang telah menemukan dan
sangat mencintai passion-nya dan berencana untuk terus bersama seumur hidup dengan passion-nya
tersebut. Harapan itu akhirnya membawanya untuk dapat terus hidup dan berinovasi agar ia dan
passion-nya tersebut dapat saling tetap menghidupi satu sama lain.

 

Menurut Bunga Fatia, ada lima elemen yang ia kombinasikan hingga tercipta karya ini antara
lain, yaitu:
1. Tengkorak: Tidak ingin menghilangkan “image” logo original Lawless, maka elemen tengkorak
tidak dihilangkan
2. Painting Mask: Alat yang digunakan untuk membuat grafitti, agar paru-paru dan pernafasan
tatap aman dari molekul kecil cat semprot yang terpantul atau terbang setelah disemprotkan ke tembok
3. Kaleng Cat Semprot: Alat atau bahan yang digunakan untuk membuat grafitti di tembok, sebagai
seorang seniman grafitti, kaleng cat semprot adalah benda favoritnya.
4. Pattern di Kaleng Cat Semprot: Sentuhan karya dari Bunga Fatia yang ada di kaleng cat semprot
sebagai symbol identitasnya, garis – garis yang bersilangan dan membentuk pattern. Berjudul The
Complexity
5. Rambut perempuan: Ia gambarkan sebagai representasi atas identitas perempuan

Warna yang digunakan terinspirasi dari langit saat matahari terbenam. Gradasi warna dari gelap
ke terang sebanyak enam warna yang terdiri dari hitam, ungu, dusty pink, pink, orange dan putih. Garis
utama yang dipilih berwarna hitam, memiliki kesan yang tegas. Beberapa garis utama terlihat lebih tebal
untuk memperjelas batas bagian-bagian. Beberapa garis hitam tipis dipilihnya sebagai aksen pendukung
bentuk. Beberapa garis tipis putih yang terlihat pada karya merupakan highlight dan garis tipis paling
luar dimaksudkan untuk menegaskan latar belakang dan kontras.

Teknik dalam pembuatan karya The Complexity ini menggunakan Adobe Illustrator dan Adobe
Photoshop. Digambar terlebih dahulu di atas kertas kemudian ditrace menggunakan software di atas,
termasuk pengerjaan bentuk huruf. Sedangkan untuk proses coloring, Bunga Fatia menggunakan Adobe
Illustrator dan juga Photoshop untuk membagi layer warnanya.

Tidak lama untuk mengerjakan proyek kolaborasi ini, Bunga Fatia disela-sela kesibukannya sebagai ibu
hanya membutuhkan waktu selama 1 minggu untuk fokus di depan laptop.