[RIDER SPOTLIGHT] PUTRIE KUSUMONEGORO

Bagi sebagian orang, motor lebih dekat dengan sosok feminis dengan lekuk-lekuk indahnya menyerupai keindahan lekuk tubuh wanita. Mungkin juga itu kenapa sebagian besar pencinta motor adalah kaum pria. Namun, tidak bisa dipungkiri ada perempuan-perempuan yang jatuh cinta dengan motor karena kegagahannya. Kali ini gue akan mewancarai seorang perempuan yang sangat dekat dengan scene H-D dan motor custom Indonesia, namanya Putrie Kusumonegoro.

Lawless_Ipoet_1

Disaat scene motor-custom mulai dihiasi dengan wajah-wajah pengendara yang ayu nan rupawan, perempuan yang akrab dipanggil Ipoet ini sudah bolak-balik keliling Jawa, Bali, dan Sumatera diatas H-D WL kesayangannya sejak lama. Yup, model Harley-Davidson produksi tahun 40-an tersebut merupakan pilihan utama dan kesayangan Iput dalam berkendara. Baginya, naik motor itu ya naik motor tua, foot-clutch, dan tank-shift. Kalo nyelip-nyelip jalan macet pake motor kopling tangan, mungkin Iput bisa ketinggalan. Tapi jangan harap bisa mendahului kalau Iput sedang diatas kekasih hatinya. Berikut wawancara singkat gue tentang Ipoet dan “Si Ijo”:

Lawless_Ipoet_3

Gimana ceritanya bisa jatuh cinta sama Motor? (Who, When, Where)

Waktu kecil, ikut jadi salah satu anggota termuda tim Helldriver Harley-Davidson Club Indonesia yang notabene motornya pake motor WL, dari situ, berasa “dipanggil” sama jenis motor yg tua itu.

Pertama kali punya motor apa? H-D.

Kapan mulai punya Harley? Kelas 5 atau 6 SD (maap lupa).

Kenapa jatuh cinta sama WL? Kayaknya udah bagian dari hidup, bagian dari jiwa.

Sekarang punya berapa WL di rumah? Alhamdulillah 1 aja.

Punya motor apa lagi? H-D Dyna FXDS Convertible.

Lawless_Ipoet_6

Menurut loe, kenapa WL itu keren banget? Karena WL itu cuma keren dan keren banget hahaha.

Kenapa doyan motor tua? Karena WL tergolong motor tua hahaha.

Kalo sekiranya H-D merilis ulang WL, apakah loe mau beli? Nggak. It wouldn’t feel the same.

Paling seneng ride dimana? Kenapa? Ride di jalan yang gak macet dan panas pastinya, karena kasihan sama badan sendiri, plus lebih kasihan lagi si Ijo harus capek-capekan macet-macetan.

Is there anything you would trade your WL for? None. It’s gonna be my legacy for my kids and grandkids someday (InsyaAllah. Amin.)

Lawless_Ipoet_4

Bagaimana rasanya tumbuh besar di lingkungan keluarga (dan eventually keluarga kedua dan ketiga di luar rumah) yang sangat dekat dengan H-D? Bagaimana hal tersebut mempengaruhi kehidupan keseharian loe saat ini?

Sejujurnya kalo ditanya gimana rasanya, rasanya biasa aja sih. Happy just like any other kid. Cuma mungkin happy-nya beda. Kalo anak kecil lain happy karena dulu liburan sekolahnya diisi ke luar negeri, main pantai sana, gunung sini, taman hiburan situ, dll, kalo gue as a kid, isi liburan sekolah itu ikut bapak dan ibu gue touring. Ke Bali, Lampung, Madiun, Semarang, dll. Ditambah seperti yang gue jelasin sebelumnya karena dulu waktu kecil udah member tim Helldriver jadilah ikut kalo ada acara kemana-mana. Beranjak besar, Alhamdulillah semakin bersyukur lahir dan besar di lingkungan keluarga yang memang penyuka motoran juga. jadi gak dilarang-larang atau diribetin. Tambah bersyukur punya extended family Black Angels MC yang care dan bener-bener feels like a family. Kalo ke Jogjakarta atau Bandung gak usah mikir hotel karena malah dimarahin kalo gak tidur di rumah member di sana haha. Punya ‘bapak-bapak’ dan ‘abang-abang’ banyak itu menyenangkan, ngertiin gue banget. Bersyukur juga waktu pada akhirnya punya rejeki untuk beli motor sendiri, alhamdulillah semuanya mendukung. Apalagi waktu ganti setang, yang nulis artikel ini yang juga sedulur juga sangat-sangat mendukung hahaha!
Lawless_Ipoet_2

Lawless_Ipoet_5

Buat cewek-cewek sekarang yang dekat dengan scene ‘anak motor’, ada saran atau tips mungkin?

Jujur mungkin gue bukan CEWEK yang tepat untuk kasih saran dan tips haha. Karena gue sendiri bawa motor, dan kedekatan gue sama ‘anak motor’ lainnya ya sama kayak antara brothers aja (walaupun akhirnya harus diakui punya pacar sesama anak motor itu bikin happy juga sih haha curcol)

Yang pasti, boys will be boys. Kalo emang mereka happy dengan dunia motorannya, kalo bisa jangan dilarang sih, takutnya malah nanti yang enggak-enggak hehe. Supportlah pacar-pacar kalian. Kalian juga kok yang bangga kalo liat pacar-pacar kalian duduk keren di atas motornya hahaha!

Kalo jawaban gue sebagai cewek yang juga main motor dan punya pacar anak motor, happy sih. jadi gak dicurigain macem-macem, toh dia kenal juga sama brothers gue yang lain. Saran buat cewek yang main motor ya mendingan cari pacar/pasangan yang ‘anak motor’ juga sih.

Terima kasih banyak atas waktu dan obrolannya jeng Ipoet. See you on the road.

 

Oleh Rizky Mandra dari SSMC.

 

Please follow & like us :
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://lawlessjakarta.com/reviews/rider-spotlight-putri-kusumonegoro.html">
Twitter