[RIDER SPOTLIGHT] KAMAL

Lawless_RiderSpotlight_Al_3

Bagi sebagian orang, naik moge/motor custom dianggap sebagai hal yang sulit. Pertama pasti menyosor issue ukuran fisik kendaraan yang cukup masif. Belum lagi kalau ditambah dengan modifikasi yang seringkali dianggap “merepotkan” bagi para pengendara awam.

“Macet-macet di Antasari pake setang kayak monyet gelantungan gitu?! Iiih… Kering ketek, cyin!”,

Pasti pernah terlontar dari mulut para pengguna jalan yang nyinyir liat para pengendara motor custom berseliweran di tengah padatnya jalanan Ibukota Jakarta.

Diantara begitu banyaknya pengguna motor custom di kota ini, ada 1 orang yang muncul dengan senyumnya yang selalu ceria, kami memanggilnya Bang Al. Ngelihat Al datang berkendara dengan Shovelhead custom, atau FXR-nya, selalu merupakan pengalaman yang membangkitkan semangat keceriaan. Melihat bagaimana Al merapihkan posisi parkir lalu turun dengan crutches (tongkat penyangga) selalu menghadirkan “a sense of respect” atas effort-nya. Melihat bagaimana Al NYELAH (kickstart) Shovelhead-nya selalu membawa perasaan takjub akan semangatnya untuk riding. Berikut ini obrolan singkat gue dengan Al tentang kesenangannya naik motor:

 Gimana ceritanya bisa jatuh cinta sama motor? (Who, When, Where)

Gue seneng motor emang dari darah keluarga kayaknya. Babe gue dulu pake BMW R series (R27 dan R50).

Pertama kali punya motor apa? Pertama kali punya motor CPO, matic hehehe.

Kapan mulai punya H-D? Baru sanggup beli tahun 2005 itupun second (kaga kepikiran beli baru hahaha).

Kenapa jatuh cinta sama H-D? Karakternya beda sama motor lain, high torque. Suaranya itu loh bikin horny!

Sekarang punya berapa H-D di rumah? Alhamdulillah punya Shovelhead dan FXR di garasi.

Punya motor apa lagi? Ada Yamaha Nmax dan Yamaha Nouvo.

Lawless_RiderSpotlight_Al_4

Menurut loe, kenapa Shovelhead itu keren banget? Lambang kebebasan, ketukan suaranya kebayang-bayang. Mesin yang didesain buat disiksa. Jangan masuk bengkel sebelum mejus hahaha!

Kenapa doyan motor tua? Motor muda? Pacar aja yg muda bor. Motor yang tua aja, its about style, bro. Ada yang suka pake celana joker, ada yang suka pake anting di hidung. Kalau gue pake motor tua aja, that’s it.

Kalo sekiranya H-D merilis ulang FXR, apakah loe mau beli? Kalo ada duit, pastinya, bro! Gue suka handling-nya dengan teknologi yang lebih baru. It would be awesome, bro! Tapi jangan jadi 500 cc yah hahaha!

Paling seneng ride dimana? Kenapa? Masih seputaran pulau Jawa. Paling sering ke Bandung. Badokan banyak enak, pemandangan kinyis-kinyis.

Lawless_RiderSpotlight_Al_2

Is there anything you would trade your bikes for? I have no idea. Untuk saat ini gue sudah mulai melirik mobil Hot Rod. Cuma kayaknya belum nikmat kalo dipake di Jakarta. Kepikiran sih untuk ditaro di Bali.

Dengan bantuan crutches (tongkat penyangga) untuk berkegiatan, apakah ini mempengaruhi kebiasaan riding loe? Penyesuaian apa saja yang perlu dilakukan untuk setelan motor? Setelan karbu harus sempurna? Mesin harus tokcer? Yang pasti karena kaki kiri gue kagak berfungsi secara normal gue kagak bisa ngoper gigi pake kaki, makanya semua motor gue harus hand-shifter, sisanya masalah penyesuaiaan aja. Kalo mesin setelan karbu dan tetek bengek mah, default aja, yang penting berfungsi. Namanya juga motor tua, yang penting HATI LOE MAU. Apapun yg mau loe lakukan, kalo loe lakukan dengan sepenuh hati dan kemauan PASTI BISA.

Lawless_RiderSpotlight_Al_1

One thing for sure, semangat loe untuk riding, ITS FRIKKIN HUGE, dude!! Kalo ada kesempatan untuk nularin semangat positif yang selalu loe bawa, loe mau melakukan apa? Semangaat. Apa sih semangat itu? Gue sendiri kagak tau, bro. Cuma yang pasti dan yang gue tau banget: LOE CUMA HIDUP SEKALI! Lakukan apa yang bisa loe lakukan atau loe nggak akan pernah melakukan apa apa. Handycap memang halangan. It’s bullshit kalo ada yang bilang itu semua nggak masalah. Gue harus berjuang dan mengulang kegagalan beberapa kali untuk melakukan sesuatu yang berhubungan dengan handycap gue sampai gue bisa. Pilihannya cuma loe mau diem di rumah nyeselin nasib loe, atau melahap tikungan-tikungan di jalan jalan baru yang nggak pernah lo lewatin. Ketemu sama temen-temen baru yang nggak pernah loe pikirkan. Ngelihat sesuatu yang pastinya nggak pernah kebayang dalam pikiran loe. Terlalu naif kalo gue bilang MENYESAL. Gue cuma berharap kata NGGAK BISA itu nggak pernah ada. You know why? Gue aja yang bisa dibilang polio bisa bawa mobil, naik motor, main jetski, freestyle BMX, jadi anggota team renang. Masak orang yang normal bisa bilang GUE KAGA BISA??!! Karena once loe memiliki kekurangan, think deep, LOE PASTI PUNYA KELEBIHAN. Jangan perangi kekurangan loe, tapi pertajam kelebihan loe. Tutup apa yang loe nggak bisa dengan apa yang loe bisa banget. It works, man! Dan gue pengen tularin spirit ini ke orang-orang, baik yang normal maupun yang memiliki kekurangan kayak gue. Seandainya ada yang bisa bantu gue dalam konsep acara, dan finansial tentunya, gue pengen support temen-temen yang memiliki kekurangan (untuk saat ini yang kepikiran sih polio & YPAC), gue pengen galang dana, bisa dengan buat event, riding for charity atau apapun lah, untuk bangun prasarana untuk mereka berkarya. Support mereka dengan semangat, pengalaman dan cerita yang gue punya. Kita semua akan mati, dan gue kagak mau mati tanpa meninggalkan sesuatu yang berguna buat gue, keluarga gue, temen-temen gue. Kita akan dibilang HIDUP jika berguna buat orang lain, dan kita akan mati jika semua orang nggak melihat loe, walaupun loe berada tepat di depan mereka. Bekerja, berguna, dan bermain.

Lawless_RiderSpotlight_Al_5

It’s an honor to do an interview about you bor, see you on the road.

 

Oleh Rizky Mandra dari SSMC / Sekepal Aspal.

 

Please follow & like us :
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://lawlessjakarta.com/reviews/rider-spotlight-kamal.html">
Twitter