DOYZ Oblivion

Doyz-Oblivion

DOYZ

Oblivion

[Grimloc Records]

 

Belasan tahun setelah Album Perspektif, Doyz akhirnya mengeluarkan album yang telah dinanti banyak pendengar hip hop lokal. Oblivion menjadi semacam penanda bahwa rapper satu ini tak pernah melupakan apa yang telah dia jalani dari masa awal skena hip hop ini ada. Mengambil mikrofon, merapal dan menyampah tentang dokumentasi kehidupannya. Album ini adalah catatan waktu, segamblang itu. Hampir dalam setiap lagu mayoritas terdapat refleksi mengenai masa lalu dan itu tidak hanya sekedar membahas definisi hip hop melulu .Dalam lagu “Distrik 21”, Doyz menggambarkan Bagaimana kehidupannya dan pandangannya mengenai Jakarta sebagai ibukota dan sebuah basin city yang bercampur dengan racoon city berisi Robocop dan zombie. Kritikan mengenai media yang ia tuangkan dalam “inTVdual”, dengan penggalan “Konspirasi intelejen pun ciptakan teroris/ isu makanan berunsur borax dan formalin sebarkan kepanikan/ varian McD hadir dalam jeda iklan…” menunjukkan bagaimana ironi sebuah strata dengan standar ganda.

 

Dan bukanlah sebuah album rap jika tak ada bintang tamu yang diajak Doyz untuk berbagi lirik. Dimulai dari Erick Probz yang memang sudah lama menjadi partner di BlaKumuh dan P-Squad, Ras Muhammad dengan ciri khas reggae-nya mengiring Doyz dalam lanjutan “Bumi Hari Ini Pt. 2”  dan juga Morgue Vanguard, rapper veteran dari skena hip hop kota kembang yang back to back mengisi sebuah track memoir mengenai sejarah personal hip hop di mata mereka yang berjudul “Testament. Dalam urusan dapur produksi, Jozzi Gesiradja menggawangi sebagian besar materi track yang ada. Walaupun ada beberapa nama besar lain seperti Gantazz dari Jogja, Ilham J Beat dan Jay Beat Hustler dari EyeFeelSix. Warna warna boom bap dan jeepbeats adalah hal yang bisa didengarkan di album Oblivion ini. Hal ini tidak mengherankan karena warna seperti ini adalah sound dimana Doyz dibesarkan dalam karir per-MC-annya, walau mungkin terdengar old school. Dengan semua flow dan konten lirik yang ia bawakan album ini terasa sangat related.

 

Oblivion ini terdengar fresh, namun agaknya saya menolak untuk mengatakan bahwa album ini memberikan ‘angin segar’ bagi musik hip hop lokal. Karena boom bap dan jeepbeats bukanlah barang baru, hampir semua materi musik dalam musik ini mempertegas bagaimana suara-suara era keemasan hip hop ketika belum mengenal apa itu crunk, trap atau sejenis hip hop kekinian lainnya. Tidak, album Oblivion ini tak butuh untuk pengakuan itu. Karena esensi album ini bukan masalah mengenai apa yang breakthrough, tapi bagaimana tradisi MC , DJ , B-Boy, beatbox dan grafiti tetap kuat di era dimana hip hop terus berubah kulit dengan atau tanpa tunggangan. Album ini cukup menjadi fundamental. Berisi tentang sejarah, merepresentasikan isu masa kini dan membekali untuk siapapun yang ingin menerima tongkat estafet di waktu yang akan datang. [Adirindra Natasuminta]

Please follow & like us :
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://lawlessjakarta.com/reviews/review-doyz-oblivion.html">
Twitter