BROTHERS OF THE SONIC CLOTH s/t

BOTSC-st

 

BROTHERS OF THE SONIC CLOTH

s/t

[Neurot Recordings]

Ketika menulis ulasan ini Sumatera dalam kepungan asap dari pembakaran lahan oleh korporasi perkebunan, dengan dada sesak sekilas berharap seandainya ianya adalah asap kanabis karena album yang saya ulas kali ini adalah sebuah rilisan doom/sludge kelas berat. Sang empunya album adalah Brothers of the Sonic Cloth, band doom asal Seattle, Amerika Serikat. Band ini juga menandai dedikasi musikal Tad Doyle (Tad, Hog Molly, Hoof) sebagai salah satu musisi legendaris scene musik Seattle sejak ia membentuk Tad yang tak bisa dianggap enteng pada masanya. Dan, kali ini Tad Doyle menembus ranah musik yang lebih berat bersama istrinya, Peggy Doyle, sebagai bassis dan pemain drums, Dave French (The Annunaki) di Brothers of the Sonic Cloth. Setelah merilis demo dan Brothers of the Sonic Cloth/Mico de Noche Split (2009) akhirnya unit kelas berat Seattle itu merilis album debut self titled yang cukup ditunggu penggemar musik berat di tahun ini.

Harapan yang bersemi mekar bergetar dengan indahnya nomer pembuka “Lava” yang judulnya sudah menggambarkan kekuatan musikal dari lagunya. Struktur lagunya, New Orleans-isque sludge yang bersenggama dengan warna post-metal dan umm black metal; unik, intens dan heavy. “Empire of Dusts” seperti sebuah perjalanan di gurun menembus badai pasir, nomer lamban berat yang masih memiliki nuansa atmosferik. “Unnamed” dibuka dengan gitar melankolis yang membuka jalan untuk hantaman riff dari komposisi lagu yang paling rancak dalam album ini. Nomer favorit saya adalah “La Mano Poderosa” yang kebetulan juga lagu berdurasi paling panjang, 11 menit. Ruang durasi tak diboroskan dengan bagian repetitif yang membosankan tapi diisi dengan dinamika lezat yang mengejutkan, yang mungkin tak ditemukan di band doom tradisional, dan ya kental terendus pengaruh Melvins di lagu ini. Intro melankolis kembali muncul di “I Am” dengan pola drums tribalistik dan aura Neurosis-isque dengan musik post-metal yang membangun nuansa dingin. Beragam ide musik dijahit sedemikian rupa tanpa terdengar cela dalam benang merah sludge berdurasi total sekitar 44 menit, ada dua bonus tracks dalam format CD-nya yaitu “The Immutable Path” yang terdengar begitu menghantui dan digantungi kengerian, dan nomer instrumental piano, “Outro”, yang terdengar seperti free jazz dalam muram doom.

Walau konsep cover art-nya secara personal agak semacam membuat dahi mengernyit karena kurang greget untuk album debut yang begitu menggetarkan dari materi yang direkam di Witch Ape Studio –milik Tad Doyle- di Seattle dan juga Robert Lang Studio; dan di-mixing oleh Billy Anderson. Debut album Brothers of the Sonic Cloth adalah kelezatan nan heavy, keseimbangan antara kekuatan dan kemampuan membangun aura yang atmosferik. Kombinasi lezat doom beraroma post-metal. Sebuah album eponymous yang kuat.

[Farid Amriansyah a.k.a Riann Pelor]

 

Please follow & like us :
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://lawlessjakarta.com/reviews/review-brothers-of-the-sonic-cloth-st.html">
Twitter