BEQUIET Age of Dinosaur

BEQUIET - Age of Dinosaur - Cover

 

BEQUIET

Age Of Dinosaur

[Majemuk Records]

 

Bequiet adalah salah satu nama dari ranah scene hardcore punk Jakarta pertengahan 1990-an yang lahir dan terbentuk dari scene musik Institut Kesenian Jakarta. Salah satu grup favorit saya di kala masih belum genap berumur 20 tahun dan masih kerap memotong rambut menjadi mohawk. Sekedar menyegarkan memori, Bequiet telah merilis ‘”Oke Boss” dalam Ngeblender Jadi Satu V/A (1997), Conosci Questa Canzone/It’s Bequiet EP (1997), Conosci Questa Canzone/It’s Bequiet LP (1998), Deny (1999, Unreleased), lagu “Hip Hop Mother” di Rebel Brothers V/A (1999), lagu “Headache” di Respect V/A (2000), lagu “Kill” di Kampus 24 Jam Hits V/A (2001), Maybe Someday We’ll Follow Him (2008). Dan, para personilnya juga memiliki afiliasi antara lain dengan band State Of Hate, Triple X, Comatose, Morvoids, The Upstairs, Morfem, Goodnight Electric dan Frigi Frigi. Itu catatan mengapa Bequiet adalah grup yang penting, hingga saya wajib mengutarakan bla bla bla diatas.

 

Dengan personilnya yang super sibuk, para art school punks –yang sudah tak lagi bersekolah-, Reza “Asung” Afisina (vokal), Ekay Sulaycay (gitar, vokal), Henry “Batman” Foundation (bass, vokal), Jimi Multhazam (drums, vokal) dengan santai kembali dengan album baru Age Of Dinosaur; judul yang mungkin dipilih karena mereka dari generasi oldschool yang semacam sudah berumur, yang sedikit banyak membentuk kesenyawaan dengan hardcore punk 1980-an yang masih dengan setia diusung dalam musiknya. Bagi yang menggemari The Germs, Bad Brains, Middle Class dan sejenisnya pasti akan jatuh cinta atau sedikitnya suka dengan Age Of Dinosaur. Dari “Major Dismantle” hingga sembilan lagu dengan “Middle Semester” adalah hasil dari sesi rekaman live pada bulan Mei 2015, dan Age Of Dinosaur dirilis pada bulan Juni 2015, bila dihitung secara matematis Bequiet sungguh memakai jurus menyelinap gerak cepat. Walau begitu hasil keluarannya berhasil merekam sound distorsi fuzz klasik dan aura yang sedikit banyak jadi khas hardcore punk era 1980-an. Disertakan dalam Age Of Dinosaur juga sepuluh lagu dari Maybe Someday We’ll Follow Him (2008) yang sebelumnya dirilis dalam format digital oleh netlabel asal Yogyakarta, Yes No Wave Music, dan sekarang dirilis secara fisik. Lagu klasik mereka “Headache” adalah favorit saya, soundtrack kesal level ingin menghancurkan barang-barang. Di dalam booklet CD juga ada liner notes dari masing-masing personil yang menceritakan soal Bequiet. Tak boleh terlewat nilai plus adalah ilustrasi asoy oleh Jimi Multhazam dan Reza Afisina yang mengisi booklet sampul, dan cover art tangan seorang punk dengan boneka tangan kertas Tyrannosaurus Rex yang dilukis dengan tinta cina ala Raymond Pettibon, yang dikerjakan oleh Jimi Multhazam. Sederhana namun berkelas, dan kadang hitam dan putih adalah lebih dari cukup.

 

Tema lagu-lagu Bequiet berputar antara komedi satir, kekonyolan aneh, politik serius, cinta dan kehidupan berkeluarga, kehidupan keseharian dan kepenatannya, dan, daripada saya jadi sok tahu semacam ahli tafsir silakan disimak saja sendiri, album yang bisa jadi soundtrack pogo di kamar ini. Dan, ditengah kemunculan kembali sound hardcore punk 1980-an penuh kesegaran dari band lokal seperti The Kuda, Total Jerks, Paralerpe, Milisi Kecoa, Duct Tape Surgery dan sejenisnya, Bequiet dengan Age Of Dinosaur adalah sebuah jembatan generasi; yang masih terdengar relevan dan tidak basi. [Farid Amriansyah a.k.a Riann Pelor]

 

 

Please follow & like us :
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://lawlessjakarta.com/reviews/review-bequiet-age-of-dinosaur.html">
Twitter