NEUROSIS Fires Within Fires

00-neurosis-fwf-2NEUROSIS

Fires Within Fires

[Neurot Recordings]

30 tahun berdiri, Neurosis merupakan salah satu band impor veteran Amerika yang berasal dari Oakland, California. Setelah 4 tahun yang lalu merilis Honor Found In Decay, yang mendapat apresiasi hampir dari seluruh media massa dengan menyentuh angka hampir sempurna. Neurosis masih belum selesai mengerjakan tugas mereka.

Album ini bisa dikatakan sebagai suatu album perayaan 30 tahun mereka, padat, ramping dan berat. Kalau diartikan, ‘api di dalam api’, adalah suatu frasa yang berhubungan dengan semangat mereka terkait permulaan dari awal sampai mereka sekarang, proses dan progres perkembangan mereka dari muda hingga menua sekarang. Patut dipertanyakan seiring waktu kadang kadang membosankan bagi mereka sendiri namun Fires Within Fires merupakan lahan eksperimental terbaru bagi Steve Von Till dan kawan kawannya, luas, dan siap untuk digarapi satu per satu. Dirilis melalui label mereka sendiri, Neurot Recordings, album ini masih diproduseri oleh Steve Albini. Album cover dikerjakan oleh seniman Thomas Hooper (biasa dikenal melalui karyanya dengan Doomriders, Tombs, The Hope Conspiracy, Converge, dan lainnya) yang juga merupakan tattoo artist. Berisi 5 track berat yang penuh dengan kemarahan dan kehancuran, dan total durasi nyaris 41 menit, Neurosis masih dianggap sebagai sesuatu front kekuatan dalam eksplorasi musik di skena metal itu sendiri.

Berawal dengan track “Bending Light”, dentuman snare drum Jason Roeder yang keras dan pasti ditambah dengan riff gitar Scott Kelly dan Steve Von Till menghasilkan suatu mahakarya kehancuran luar dan dalam. Penuh dengan ambient dan atmosfir kesedihan, lalu hilang begitu saja dengan alunan musik merdu. Sesaat terdengar pelan namun muncul riff guitar yang garang dan berat dengan teriakan Scott Kelly penuh dengan tekanan dan ratapan. “A Shadow Memory” adalah lagu yang menemukan titik seimbang yang pas: dinamis, tidak terasa terlalu berat maupun terlalu lembut. Disini Steve Von Till mengisi vokal dengan suara muramnya. Mungkin di beberapa album lama lirik dan karakter musik mereka selalu terkesan seperi post-apokaliptik, namun seiring umur dan waktu berjalan, kedewasaan pun terasa dan hal tersebut bisa dianggap sebagai introspeksi dari mereka sendiri terhadap perkembangan dunia dan manusia.

Dalam “Fire Is the End Lesson”, ibaratnya sebuah loncatan raksasa dengan kekuatan yang keras dan kasar dengan tempo khas yang mengingatkan gaya Jesus Lizard. Setiap riff dan alunan gitar adalah suatu gabungan antara sludge dengan dibumbui sound noise ’90an. Scott Kelly dan Steve Von Till saling bersahut-sahutan di belakang, bengis dan kejam merupakan hasil kesimpulan terakhir dari track ini. Lagu ini menjadi salah satu track favorit saya di album ini. “Broken Ground” bermula dengan suara-suara pelan a la kraut rock dan diikuti dengan vokal Steve Von Till yang seperti dipengaruhi oleh Tom Waits, berdengung secara pelan dan lalu terus mengeras sampai ke titik dimana akan meledak. Atmosfer track ini mengingatkan saya dengan lagu mereka yaitu “Burn” dari album The Eye of Every Storm, saya temukan beberapa kesamaan dalam suasana dan tema secara mendalam. Track terakhir adalah “Reach”, dengan durasi 10 menit. Track ini memiliki dark western-like vibe, disini saya kira kedua frontman menggunakan bernyanyi sangat maksimal. Heaviness dan nada-nada minor seperti Screaming Trees, mereka terus berpeluh dengan nada dan distorsi dimana vokal mereka terasa lebih dominan dari lagu-lagu lainnya. Di akhir lagu terdapat riff bend yang sangat menjadi titik ciri khas mereka.

Fires Within Fires merupakan suatu obor jati diri dari Neurosis itu sendiri, Album ini akan menjadi suatu landmark bagi mereka. Suatu identitas diri mereka untuk dikenang sebagai tanda perjalanan panjang yang telah mereka jalani. Album ini bukan seperti musik keras biasanya, mengingat musik keras memiliki banyak warna dan suara.

[Reinhart Jeremy]

Please follow & like us :
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://lawlessjakarta.com/reviews/neurosis-fires-within-fires.html">
Twitter