YUDHIS – VAGUE

Yudhis, gitaris dan vokalis Vague, band post hardcore Jakarta ini meyumbangkan list 13 album favoritnya selama tahun 2015. Check it out.


 

yudhis

List ini subjektif dan tidak berurutan. Dan banyak album lokal dan luar yang gue belum sempat dengerkan, jadi ya begini saja. – Yudhis


yudhis-give-sonic blood

GIVE Sonic Bloom EP [Revelation]

Salah satu dari sangat sedikit band yang membawa obor ‘Revolution Summer’ di tahun 2015 ini dan mengerti apa yang harus dilakukan agar jenis musik ini tidak bergerak di tempat. Memadukan style ini dengan elemen psychedelic rock yang lebih macho, Give mempunyai orisinalitas yang cukup untuk membuat sound mereka terdengar segar.

 


yudhis-royal headache

ROYAL HEADACHE High [What’s Your Rupture?]

Kembali dengan album penuh kedua mereka, Royal Headache tetap bersikukuh dengan formula mereka : catchy garage-punk dengan vokal yang soulful. Lagu-lagu yang lebih ‘ngepunk’ bertempo cepat lumayan berkurang di sini, namun diimbangi dengan penulisan lagu yang lebih bervariasi, seperti single ballad mereka “Carolina” yang sangat accessible.

 


 

yudhis-perfume garden

PERFUME GARDEN Splintered Time [Feral Media]

Gak terlalu sering gw dengerin album electronik, tapi Splintered Time berhasil mengambil perhatian gue dengan drone synth bermodulasi di atas drum machine dengan balutan delay dan reverb. Yang paling menarik di sini adalah bagaimana setiap lagu memiliki mood yang berbeda-beda namun tetap sinematis. Splintered Time terdengar seperti soundtrack untuk film sci-fi tahun 80’an (ingat Blade Runner?)

 


yudhis-senyawa

SENYAWA Menjadi [Morphine]

Kuantitas bunyi yang dihasilkan duo ini selalu mencengangkan. Rully menghasilkan berbagai jenis suara dari lehernya sementar bambu Wukir bisa dengan mudahnya menghasilkan plucky, tribal sound atau menjadi biola elektrik drone ala Velvet Underground’s “Heroin”. Menggabungkan mistisisme Jawa dengan kecenderungan experimental musik barat, Senyawa berhasil menjadi entitas yang unik dan original. Mereka mestinya bikin split sama Swans.

 


yudhis-maverick

MAVERICK Reloop [Orange Cliff]

Gue punya pengetahuan lumayan minim soal hip-hop dan music elektronik, yang merupakan 2 elemen paling mendominasi di sini tapi album ini mengambil perhatian gue dari lagu pertama. Beat hip-hop ditabrak dengan moody synthesizer, IDM glitch, jazz (“Curved Memory”, “Year Zero”, etc) dan samples menghasilkan pengalaman yang lumayan seru. Gue akan nyebutin DJ Shadow karena itu doang reference gue yang masuk disini. Kenapa album ini tidak lebih populer, gue gak ngerti.

 


yudhis-mutoid man

MUTOID MAN Bleeders [Sargent House]

Semacam supergrup berisikan anggota Cave In dan Converge yang memainkan hard rock/southern rock/progressive/ metal hybrid yang lebih fokus ke ‘ngerock’ dan bersenang-senang. Riff-riff gitar yang seru dan teknikal dibalut dengan pitch-shifter dan terkadang terdengar seperti The Mars Volta bertemu Mastodon. Produksi album yang sedikit lebih ‘bersih’, namun sayang sekali album ini tidak se-agresif EP mereka, Helium.

 


yudhis-white walls

WHITE WALLS Afterthoughts In Limbo [Pet Moth]

Double-album yang sedikit panjang dan mungkin agak berlebihan (16 lagu, 70+ menit) namun menjadi saksi betapa ambisiusnya trio ini. Sering disebut dengan istilah setengah-bercanda, ‘doomgaze’ lumayan menggambarkan musik mereka. Anak2 metal yang sangat terobsesi dengan tone gitar (2 gitar, 1 baritone, 1 custom, all downtuned, double stack ampli Orange dan Hiwatt, no bass), mereka memainkan versi shoegaze mereka yang dalam sepersekian detik bisa berubah menjadi doom metal yang sangat berat.

 


yudhis-broken water

BROKEN WATER Wrought [Night People]

Ngefans semenjak album pertama mereka “Whet” keluar di 2011, gue menemukan album baru trio ini lebih ‘seimbang’ dalam banyak hal. Influences mereka yakni : Sonic Youth, Dinosaur Jr., fuzz, shoegaze dan pedal chorus berhasil digabungkan dengan gaya penulisan mereka sendiri tanpa terdengar derivatif atau bernuansa revival semata. Direkam dan di-mix oleh Steve Fisk (Nirvana, Beat Happening, etc.).

 


yudhis-total abuse

TOTAL ABUSE Excluded [Deranged]

Album hardcore punk favorit tahun ini. Pengaruh 80’s hardcore punk lumayan jelas, terutama materi-materi Black Flag akhir yang mulai aneh/sludgy, Void dengan struktur lagu yang agak longgar, gitar freakout dan penuh dengan feedback sana sini dan juga noise punk ala Brainbombs.

 


yudhis-axis

AXIS Show Your Greed [Good Fight Music]

Di album ini, Axis berhasil menemukan titik tengah antara 90’s metallic hardcore yang banyak bermain di struktur dan mood macam Deadguy, Botch, Turmoil dan sound yang lebih modern, in-your-face dan kontemporer ala Code Orange. Hasilnya : ada teknikalitas namun juga cukup breakdowns dan heaviness untuk headbang.

 


yudhis-self defense family

SELF DEFENSE FAMILY Heaven Is Earth [Deathwish]

Semacam kolektif dengan line-up yang berubah-ubah, Self Defense Family menyajikan sound yang agak berbeda di sini. Dengan tone gitar yang lumayan light dan bersih, album ini dekat dengan 90’s post hardcore yang lebih minimalis dan ‘kosong’ (materi-materi akhir Fugazi). Ada beberapa experimen yang menarik di sini, seperti permainan whammy bar dan riff-riff tajam ala post-punk, penggunaan harmonika (“Talia”), efek phaser di belakang (“Ditko”). Banyak perhatian di detil.

 


yudhis-the kuda

THE KUDA Satu Aku Sejuta Kalian [Majemuk]

Album ini basically seperti diskografi The Kuda sejauh ini yang direkam ulang, diproduseri oleh Jimi Multhazam (The Upstairs, Morfem). Rekamannya masih lumayan lo-fi, sesuai dengan gaya punk start-stop urakan mereka, namun lebih tebal dan frekuensi rendah dibiarkan keluar lebih banyak dibanding rilisan-rilisan mereka lainnya. 20 lagu kurang dari 30 menit, album ini sangat efisien. Beberapa lagu di bagian tengah album agak campur aduk sayangnya, namun highlights disini lumayan kuat untuk membuat gue memutar album ini lagi dan lagi. Rilisan punk favorit tahun ini.

 


yudhis-silampukau

SILAMPUKAU Dosa, Kota, & Kenangan [Moso’iki]

Duo folk asal Surabaya yang bertutur cerita mengenai kota asal mereka dengan penuturan lirik yang pintar, jenaka, dan menghibur. Ada elemen Iwan Fals yang gw denger disini, namun musik Silampukau lebih sinematis dan tidak terdengar over-dramatis. Jitu.

 


 

HONORABLE MENTIONS:

 

GOLD CLASS It’s You [Spunk]

LUBRICANT Demo [self-released]

SIGMUN Crimson Eyes [Orange Cliff]

SLEATER KINNEY No Cities To Love [Sub Pop]

ZOO Samasthamarta [Yes No Wave]

G.L.O.S.S s/t EP [Not Normal Tapes]

LOMA PRIETA Self Portrait [Deathwish]

LOGIC LOST Runaway [Orange Cliff Records]

VALLENDUSK Homeward Path [Northern Silence Productions]

BEESWAX Growing Up Late [Barongsai]

TIGAPAGI Sembojan EP [self-released]

TARRKAM Transcend Massive Culture EP [self-released]

 

Please follow & like us :
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://lawlessjakarta.com/reviews/13-favorite-recordings-of-2015-yudhis-vague.html">
Twitter