YOKOHAMA HOT ROD CUSTOM SHOW 2016

img_7327

Bisa diibaratkan sebagai ‘naik haji’-nya dunia kustom, kami berangkat ke Jepang untuk menyaksikan Mooneyes Yokohama Hot Rod Custom Show 2016 (HCS 2016).

Karena kesibukan yang belum bisa ditinggal secara bersamaan, rombongan Lawless Jakarta bersama dengan Sekepal Aspal terbagi menjadi 2 kloter pemberangkatan. Walau gue mengatur perjalanan ini cukup bisa dianggap last minute tapi untungnya semua tiket yang gue perlukan masih tersedia. 2 hal yang membuat gue lumayan khawatir; yang pertama adalah masalah cuaca di Jepang yang sedang memasuki musim dingin, dan yang kedua adalah kemungkinan terjadinya hujan dan angin yang akan membuat cuaca disana makin dingin lagi. Ya, memang gue agak norak dan gak terlalu kuat menahan dingin. Badan menggigil, bibir pecah-pecah, dan jalan kaki menjadi lebih menantang karena memakai baju ekstra tebal berlapis-lapis yang bikin berat.

img_7405

img_7330

img_7654

img_7711

Satu hari sebelum hari event, kegiatan loading dilakukan di venue Pacifico, Yokohama. Semua mobil, motor, tenants, dan pengisi acara lain terlihat sibuk mengatur booth dan space-nya masing-masing supaya terlihat secantik mungkin. Kami sendiri tidak masuk ke area event, hanya mengintip dari luar. Kami tidak ingin element of surprise-nya jadi berkurang dengan melakukan itu. Kegiatan loading berjalan dengan sangat tertib dan tenang. Satu hal yang kami amati disana yang cukup berbeda dibandingkan dengan apa yang sering terjadi di event-event motor dan mobil di Indonesia adalah hampir semua mobil dan motor yang dimasukkan ke dalam venue tidak dinyalakan mesinnya, supaya tidak mengeluarkan asap yang dapat mengganggu kebersihan udara di dalam, dan juga tidak mengeluarkan suara yang dapat mengganggu ketenangan di dalam venue dan di pemukiman sekitar. Gue katakan hampir semua karena ada beberapa mobil yang terpaksa menyalakan mesinnya karena terlalu besar untuk didorong dan kru yang bekerja disana untuk membantu proses loading para peserta juga tidak banyak. Kalau motor sih semuanya didorong. Sebelum-sebelumnya Mooneyes sering mendapatkan complain dari tetangga-tetangga sebelah bahwa acara mereka ramai, kotor, dan berisik; yang membuat acara itu terancam untuk ditiadakan. Mooneyes lalu membuat kampanye atau tema setiap tahunnya yang bertujuan untuk mengedukasi peserta dan pengunjung untuk berlaku sebaik dan setenang mungkin demi kelangsungan acara di masa-masa mendatang, dan sepertinya berhasil.

img_7355

img_7363

Sore hari itu kami juga menyempatkan diri untuk mendatangi Mooneyes Area 1 di daerah Honmoku, Yokohama yang merupakan markas dari Mooneyes. Tidak hanya toko yang menjual ribuan merchandise Mooneyes, tapi juga tempat itu lengkap dengan bengkel dan cafe. Tempat ini tidak besar. Kegiatan yang dominan dilakukan juga hanya berjualan merchandise dan makanan serta minuman. Bengkelnya terlihat seperti sedang libur atau diatur sebagai display untuk tamu-tamu bisa berfoto. Mooneyes sudah memiliki range produk yang sangat luas, mulai dari tshirt sampai gelas, onderdil motor dan mobil sampai ke pulpen. Cafe-nya pun terlihat sudah siap untuk melayani tamu tanpa henti dengan makanan-makanan yang juga lezat. Walau ukurannya kecil tapi cafe itu tidak pernah berhenti mengisi mejanya dengan tamu selama kami disana, bahkan kami pun masuk di dalam waiting list sebelum kami bisa duduk. Tidak kebayang berapa pendapatan mereka selama seminggu sebelum dan seminggu sesudah HCS 2016.

img_7398

img_7379

img_7375

img_7383

img_7389

img_7392

img_7395

img_7393

img_7397

img_7406

img_7401

img_7404

img_7399

Malam sebelum hari-H, diadakan sebuah pesta selamat datang kecil yang diberi nama Little Get Together Party di Pacifico. Akses jalan utama yang di tengah diblok untuk para tamu bisa duduk makan dan minum sambil mengobrol. Ada panggung juga di ujung jalan itu yang dipakai untuk pertunjukkan musik kecil dan membacakan berbagai pengumuman. Tamu-tamu yang datang dikenakan biaya tiket masuk yang sudah termasuk 1 box makanan dan 1 gelas minuman. Selain itu juga para tamu bisa mendapatkan kesempatan untuk melihat preview pertama kali dari berbagai display yang diperuntukkan bagi acara keesokannya. Kami tidak bisa bebas berkeliling ke segala penjuru, hanya di dalam batas tali yang sudah diset supaya para tamu bisa sedikit berputar untuk melihat dari kejauhan area-area yang digelapkan. Malam itu juga gue dan Roni sempat ngobrol sebentar dengan living legend dari dunia skateboarding, Steve Caballero yang membawa motor Triumph-nya yang dibangun oleh Bryan Thompson yang kebetulan juga sedang bersamanya. Kami sempat memuji betapa lucunya aksi di acara Ride In Show di HCS 2015 yang kami lihat di Youtube. Kami berjanji untuk mampir ke booth-nya untuk ngobrol lebih banyak dan memotret motornya besok.

img_7414

img_7415

img_7420

img_7417

img_7445

img_7434

Hari-H. Kami berencana untuk ke venue pagi untuk mengambil stock shot orang-orang yang sedang mengantri untuk masuk demi mendapatkan tempat terbaik untuk melihat acara Ride In Show (semacam acara catwalk untuk beberapa motor dan mobil peserta masuk ke venue), dan juga demi mendapatkan berbagai merchandise limited edition yang selalu berganti setiap tahunnya. Namun karena semalam kami minum terlalu banyak, maka kami bangun kesiangan haha! Kami sampai di venue sekitar jam 12.30 siang, dan langsung memasuki venue tanpa mengantri. Gue cukup beruntung untuk masih bisa mendapatkan tshirt event dengan ukuran gue yang sudah tidak banyak tersisa. Setelah itu kami semua berpencar untuk masing-masing melihat, memotret, dan mengambil video objek-objek yang kami masing-masing suka. Susahnya di acara yang durasinya cukup singkat seperti ini (jam 09.00-18.00) dengan konten yang sangat banyak, kalau kami jalan bareng dan jadinya tunggu-tungguan pasti tidak akan cukup waktunya untuk bisa melihat semuanya. Bahkan dengan cara berpencar seperti itu saja gue masih tidak sempat melihat semuanya, tau-tau sudah keburu sore dan orang-orang sudah mulai berberes.

dsc00256

dsc00271

dsc00276

dsc00275

dsc00290

dsc00295

dsc00277

image1

img_7564

img_7645

image2

image3

image4

Bicara soal motor dan mobil yang didisplay, tidak perlu dipertanyakan lagi kualitas dan keindahannya. Detail yang baik, proporsi yang tepat, juga desain dan presisi yang selaras menjadi sesuatu yang umum disana. Lineup motor tahun ini lebih banyak dari lineup mobil. Area acara pun lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya. Entah apakah permanen atau khusus untuk anniversary ke-25 saja. Gue pribadi sangat terpukau melihat motor-motor yang ada disana, tapi gue lebih hacep lagi melihat mobil-mobil yang dipamerkan. Jarang sekali gue bisa melihat lineup mobil sebaik ini di Indonesia, jenis-jenisnya yang langka, dan dengan kondisi yang sangat baik. Menurut beberapa teman yang gue tanyakan soal keberadaan mobil-mobil seperti ini di Indonesia, mereka bilang sebetulnya banyak tapi entah kenapa mobil-mobil tersebut tidak pernah keluar. Entah hanya didiamkan di garasi, dimusiumkan, atau hanya keluar di jam-jam kita lagi pada tidur. Sayang sekali. Padahal pameran seperti ini bisa memberikan inspirasi yang besar kepada banyak orang.

img_7454

img_7458

img_7459

img_7731

img_7461

img_7573

img_7466

img_7482

image6

img_7474

img_7493

img_7495

img_7504

img_7511

img_7513

img_7514

img_7522

img_7526

img_7532

img_7546

img_7537

img_7535

img_7550

img_7555

img_7558

img_7560

img_7604

img_7608

img_7587

img_7583

img_7579

img_7609

img_7724

img_7614

img_7621

img_7622

img_7624

img_7626

img_7633

img_7650

img_7721

Beberapa highlight dari HCS 2016 buat gue antara lain adalah gue sempat menemui, ngobrol sebentar, dan berfoto bareng Chopperdave. Chopperdave adalah seorang builder motor, fabrikator, fotografer, dan penulis yang tulisannya sering gue baca di majalah The Horse. Majalah itu adalah salah satu sumber inspirasi gue terlebih di saat awal-awal gue mulai menyukai dan berminat untuk memiliki motor custom. Adalah sebuah kesenangan tersendiri untuk bisa bertemu langsung dengannya. Selain Chopperdave gue juga sempat melihat beberapa builder yang selama ini hanya gue lihat karya-karyanya di majalah atau internet seperti Winston Yeh dari Rough Crafts, Max Schaaf dari 4Q Conditioning, Yaniv dari Powerplant, Cycle Zombies, Pangea Speed, Cherry’s Company, Hide Motorcycle, Bratstyle, dan banyak lagi. Sayangnya beberapa dari mereka sedang terlihat sangat sibuk ketika gue ada disitu, dan tidak semua nama-nama bengkel tadi buildernya sempat gue lihat karena tidak ketemu sama sekali. Ucup malah lebih beruntung dari gue karena dia banyak menemui dan berfoto dengan mereka di saat mereka berpapasan. Tapi gue dan Roni sempat bertemu lagi dengan Steve Caballero sesuai janji kami dan sempat mengobrol lagi. Motor Triumph yang dibawanya adalah motor Triumph pertama yang dia miliki. Dia sudah lama ingin membangun motor Triumph yang terlihat seperti motor Indian.

image5

image7

Percakapannya bisa dilihat di 2 part vlog Sekepal Aspal berikut ini:

Ada beberapa obrolan dengan teman-teman mengenai acara ini yang gue ingin highlight. Yang pertama dengan Ucup. Dia bilang,

“Yang gue senangi dari acara ini adalah tidak adanya kontes. Seperti halnya acara Sekepal Aspal Indonesia Motoart Exhibition, semua peserta yang ada disini memajang karyanya untuk mendapatkan apresiasi dan pengenalan dari lebih banyak orang, bukan pengakuan dari juri.”

Kami sepakat bahwa tujuannya adalah memberikan inspirasi, bukan untuk memenangkan sebuah kompetisi. Membuat sebuah karya untuk dinikmati, bukan untuk dipilih sebagai juara. Dan yang kedua adalah dengan Mas Lulut dari Kustomfest. Dia bilang,

“Anak-anak muda kita gak perlu menunggu untuk bisa membeli motor atau mobil mahal untuk bisa bermain di dunia kustom. Mulailah dengan bahan-bahan yang banyak ada di daerah kalian masing-masing.”

Gue rasa dari situ kita semua bisa belajar banyak tentang proses, selera, dan skena. Karena sejatinya tidak hanya untuk memuaskan mata orang, tapi hati kita juga harus merasa puas dan terpenuhi dengan membuat sebuah karya, apapun dan bagaimanapun itu.

 

Oleh Sam Bram.

 

Please follow & like us :
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://lawlessjakarta.com/blog/yokohama-hot-rod-custom-show-2016.html">
Twitter