SOUTH EAST ASIA UNITE

Lawless_SEAUnite_Indonesia_1

Artikel berikut ini sedikit banyak adalah hasil observasi, korespondensi, dan diskusi gue dengan pelaku di skena dan sedikit teori gembel gue tentang perkembangan custom motorcycle culture di region Asia Tenggara.

Seperti yang kita udah banyak tau, di regional Asia Tenggara skena custom culture sedang bertumbuh dengan sangat sehat. Hal ini sedikit banyak dipicu oleh berbagai faktor. Salah satu faktor pemicunya adalah akses informasi yang sudah sangat terbuka lebar. Di saat sekarang sangatlah mudah untuk mendapatkan info/referensi tentang perkembangan custom culture di seluruh dunia hanya dengan 1 klik di mouse anda. Banyaknya media seperti majalah, blog dan website dapat menjadi sumber informasi dan inspirasi bagi pelaku-pelaku skena custom cult di Asia Tenggara. Salah satu faktor lain lagi yang menurut gue cukup berpengaruh adalah pamor skena custom culture di Jepang yang sedang naik daun. Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa saat ini skena Jepang sudah menjadi salah satu kiblat custom culture dunia. Dengan skena Jepang yang sudah sangat maju, plus event-event custom culture kelas dunia seperti Mooneyes Yokohama Hot Rod Custom Show, Joints Custom Bike Show di Nagoya atau New Order Chopper Show di Kobe, juga ditunjang oleh media lokal seperti majalah-majalah yang spesifik membahas tentang custom culture. Event-event tahunan di Jepang ini tidak jarang mengundang pelaku-pelaku skena Internasional. Disadari atau tidak Hal ini berpengaruh terhadap perkembangan skena di Asia secara keseluruhan.

Untuk perkembangan custom culture di Asia Tenggara secara khususnya yang sebenarnya sudah berkembang cukup lama. Bahkan di beberapa negara, custom culture sudah ada sejak taun 70-an. Di artikel ini gue akan sedikit ngebahas hanya tentang beberapa negara yang menurut gue perkembangannya cukup signifikan. Negara-negara tersebut adalah Indonesia, Thailand, Malaysia, Brunei dan Singapore.

INDONESIA

Lawless_SEAUnite_Indonesia_2

Custom culture sebenarnya sudah tumbuh berkembang di tanah air sejak lama. Salah satu buktinya dapat dilihat di 2 cover majalah Aktuil terbitan early 70’s. Satu cover menampilkan Alm. Gito Rollies posing gracefully on a 70’s style Yamaha XS650 chopper dan satu cover lagi menampilkan “couple of girls on a proper Volkswagen Buggy”. Gue yakin kalo para “pemain” lama bongkar-bongkar koleksi foto jadul mereka masih banyak bukti tentang skena custom cult di Indonesia masa lalu. Skena di Indonesia bisa dibilang salah satu yang sudah cukup maju di wilayah Asia Tenggara. Perkembangannya dari masa ke masa cukup sehat untuk ukuran negara yang berlokasi ribuan kilometer dari negara asal muasal budaya modifikasi motor.

Lawless_SEAUnite_Indonesia_3

During the 80’s period, custom scene in Indonesia wasn’t really big. Sepengetahuan gue dari ngobrol dengan “orang lama”, di era 80-an orang lebih banyak yang bermain di ranah restorasi. Makin “srinilan” (orisinilan), makin oke. Sampai dengan era akhir 80-an masuk ke awal 90-an, mulailah custom cult di Indonesia berkembang cukup pesat. Mulai banyak pehobi motor yang meng-custom motornya baik sesuai selera individual maupun referensi dari majalah terbitan luar yang cukup sulit didapat (salah satu caranya adalah beli yang baru di toko buku internasional atau beli bekas di pasar loak). Komunitas motor yang beranggotakan pecinta modifikasi motor mulai banyak lahir di era akhir 80an-awal 90an ini, antara lain Bikers Brotherhood MC yang baru saja ultah ke 25, MMC Outsiders dari Bandung, dan Blind Eagle dari Jakarta. Kalo dari ujung timur pulau Jawa, di Surabaya ada club motor Pemudis yang bahkan sudah ada sejak taun 1982.

Lawless_SEAUnite_Indonesia_4

Memang tidak semua anggotanya naik motor custom. Banyak juga anggotanya yang mengendarai motor orisinilan yang tidak kalah keren dari motor custom. Berangkat dari kondisi serba terbatas, para pecinta kultur roda dua di Indonesia dipaksa untuk kreatif. Berbekal bahan motor lansiran tua yang kondisinya parah dan terbatasnya akses untuk parts orisinal pada saat itu, tidak ada pilihan lain selain memodifikasi motor yang ada agar terlihat keren dan yang paling penting bisa dipakai riding. Para pelaku custom cult pada era itu mulai banyak yg belajar “how to customize their ride” secara otodidak, berbekal referensi dari majalah dalam dan luar negeri. Mulai dari sekedar bikin body parts, bikin frame custom sampai dengan teknik kanibal parts dari motor lain, bahkan dari parts mobil, banyak dilakukan oleh pecinta roda dua di era itu. Untuk pemain kelas berat, di sekitar mid 90’s mulai banyak yang beli motor custom bikinan builder ngetop dunia di era itu. Bahkan menurut cerita-cerita yang gue dapet, ada beberapa yang sengaja dateng ke event-event custom bike show di Amerika untuk membeli dan memboyong motor pemenang kontes tersebut ke Indonesia.

Lawless_SEAUnite_Indonesia_5

Selanjutnya di era 90-an sampai 2000-an, klub-klub motor yang berbasis brand tertentu dan klub yang lebih heterogen sifatnya juga mulai berkembang pesat di era ini, contohnya antara lain Chopper Baztard MC, Black Angels MC, Harley Davidson Club Indonesia (HDCI), Ikatan Sport Harley Davidson (ISHD), BMW Club Indonesia, Ikatan Motor Besar Indonesia (IMBI), Motor Antique Club Indonesia (MACI), dan lainnya. Beberapa yang disebut diatas bahkan mungkin sudah ada sejak era 70-an atau 80-an, tetapi mungkin sempat “mati suri”. Untuk club luar sih belom banyak yang masuk di Indonesia, tapi tetap ada. Yang mungkin masih cukup segar di ingatan adalah “the fat mexican” alias Bandidos MC yang sempat mendapat penolakan keras dari club-club lokal. Penolakan ini berkaitan dengan concern club lokal tentang latar belakang Bandidos MC sebagai salah satu outlaw MC di dunia yang berkecimpung di bisnis-bisnis ilegal sebagai sumber dana mereka. Dikhawatirkan dengan adanya Bandidos MC di Indonesia, bisa menjadi perpanjangan tangan bisnis ilegal mereka, walaupun menurut gue gak akan segampang itu juga sih. Paling mentok mereka bisa money laundry di Indonesia, kalo untuk bisnis-bisnis kayak drug trafficking atau senjata agak sulit. Hal ini lebih karena anggota-anggota Bandidos di Indonesia bukan tipikal outlaw bikers yang kerjaannya keluar masuk penjara. Ada juga club dari Belanda, Satudarah MC. Satudarah sudah resmi membuka chapter Indonesia. Uniknya di negara asalnya, Belanda, banyak anggota Satudarah MC yang keturunan Maluku. Mungkin faktor keterikatan asal muasal inilah yang membuat Satudarah masuk dan lebih mudah diterima di skena lokal. Sementara di Bali, sudah ada salah satu club outlaw dari Australia yang buka cabang disana yaitu Rebels MC. Gosipnya sih Comanchero MC juga udah mulai cek-cek ombak di sini, tapi itu sih masih sekedar asumsi aja.

Lawless_SEAUnite_Indonesia_7

Ya udah lah yee… Ntar gue bikin artikel terpisah aja tentang per-MC-an di Indonesia, panjang kalo diterusin. Kalo dari segi industrinya pun mulai berkembang, walaupun masih berskala home industry. Banyak produsen merchandise bertema motor dan pengrajin kulit (leather gear sangat populer di fashion culture roda dua), seniman cat/airbrush mulai bermunculan, pengrajin parts, dan builder-builder lokal mulai bermunculan juga di era ini. Jadi bisa dibilang di era late 80’s sampai saat ini custom culture di Indonesia sudah berkembang pesat, termasuk di berbagai sektor pendukungnya. Sampai saat ini custom culture di Indonesia bisa dibilang paling megang di Asia Tenggara selain Thailand, bahkan tidak sedikit builder lokal yang mulai medapat orderan dari pelanggan dari negara-negara seputaran Indonesia, seperti dari Malaysia contohnya.

THAILAND

Custom culture scene di Thailand merupakan salah satu skena yang termaju di Asia Tenggara. Gue sendiri gak terlalu tau banyak tentang sejarah perkembangan custom cult di Thailand. Tapi yang gue tau pasti skena di sana cukup maju, di era 80-an atau 90-an seingat gw sudah mulai berkembang.

Lawless_SEAUnite_Thai_2

Hal ini juga diuntungkan dengan status Thailand sebagai salah satu tujuan wisata favorit di dunia dan banyaknya expat yang tinggal disana. Klub-klub motor pun banyak tumbuh subur disana, selain klub lokal yang jumlahnya puluhan, klub-klub besar dunia seperti Hells Angels, Mongols dan Bandidos sudah resmi membuka cabang di Thailand. Builder-builder lokal Thailand juga sudah berbicara banyak dengan motor-motor garapannya. Salah satu yang cukup ngetop adalah Thor dari Thor Chops & Kustoms dan gue yakin ada banyak bengkel lain yang keren di Thailand. Thailand juga menjadi host beberapa event motor yang skalanya cukup besar, antara lain Burapa/Pattaya Bike Week, salah satu acara motor terbesar di Asia Tenggara. Bikers dari penjuru Asia bahkan dunia (yang mungkin kebetulan sedang liburan di Thailand) yang datang menghadiri acara ini tiap tahunnya.

Lawless_SEAUnite_Thai_1

Kalo kalian browsing tentang event ini, maka akan bermunculan foto-foto berbagai jenis motor custom dari 70’s style CBs to period correct customs. Selain custom motorcycles, skena hot rod di Thailand juga terbilang cukup sehat. Perkembangan skena modifikasi motor di Thai bisa sangat pesat mungkin juga imbas dari perkembangan modifikasi motor “kecil” yang perkembangannya cukup pesat di negeri Gajah Putih ini.

Lawless_SEAUnite_Thai_3

Coba cek di toko/bengkel motor, pasti aksesoris/parts produksi Thailand termasuk yang diunggulkan di pasaran. Ada satu hal lagi yang menjadi nilai lebih apabila skena di Thailand di bandingin sama skena di Indonesia. Di Thailand mereka sudah ada majalah yang konsep dan isinya spesifik tentang custom cult lokal Thailand dan info/artikel tentang dunia custom cult internasional.

MALAYSIA

Lawless_SEAUnite_Malaysia_1

Skena modifikasi di Malaysia bisa dibilang sudah tumbuh cukup lama, tetapi memang belum terlalu menonjol baik dari segi design, skena dan industrinya. Ini terbukti dari banyaknya pehobi modifikasi motor yang rela bangun motor dengan builder dari Indonesia. Dari segi sejarahnya sebagai negara ex-jajahan Inggris, memang Malaysia dibanjiri motor-motor keluaran inggris. Tidaklah sulit untuk mencari motor twin engine seperti Triumph, Norton atau BSA yang fully restored dengan detail yang super gokil. Ini sangat berbeda dengan Indonesia yang populasi motor Inggrisnya lebih banyak di kelas 500cc kebawah bersilinder tunggal. Tapi di rentang waktu 10 tahun kebelakang perkembangan custom cult sangat pesat, hal ini di-support pelaku-pelaku di skena lokal Malaysia yang memang all out. Sekarang gak susah untuk menemukan motor-motor keren karya builder Malaysia. Beberapa builder yang cukup tersohor antara lain adalah Bang Fami (greaser handal spesialis Triumph), ada juga Pa’din Musa (skater/builder). Pa’din Musa adalah salah satu yang cukup menonjol, di sela-sela skate tour do’i masih sangat giat menghasilkan motor-motor custom cakep. Ada juga Red Garage, Street Dagger Cycles, dan belum termasuk builders rumahan yang ngebangun motor customnya sendiri di rumah mulai dari nol.

Lawless_SEAUnite_Malaysia_2

Selain builder berbakat, Malaysia juga sudah punya event custom culture yang cukup hits. Di tahun 2007, Kuala Lumpur pernah menjadi host event Asian International Motorcycle Expo (AIME). Event ini mengundang beberapa builder internasional, antara lain: Russel Mitchell-Exile Cycles, Matt Hotch-Hot Match dan Yasuyoshi Cikazawa-Chica Custom Cycles, dan Corry Ness-Arlen Ness untuk showcase, dan juga mengundang regional builders untuk berkompetisi. Builders Asia yang berkompetisi antara lain dari Thailand, Indonesia dan Malaysia. Impact event tersebut untuk skena regional lumayan juga, karena langsung mendapat exposure ke pelaku-pelaku internasional.

Lawless_SEAUnite_Malaysia_3

Satu lagi event Custom Culture di Malaysia yang cukup hits adalah Art Of Speed Malaysia. Diprakarsai oleh Asep Ahmad dari Switchblade KL, Art Of Speed Malaysia merupakan salah satu acara yang ditunggu tiap taunnya, terlepas usianya yang masih sangat muda (tahun ini merupakan tahun ke-dua event ini). Walaupun para pecinta custom cult di Malaysia masih punya PR cukup banyak (secara chopper ala Orange County Chopper masih hits banget di Malaysia), tetapi effort segelintir greaser muda Malaysia ini patut diacungi dua jempol. Untuk urusan per-MC-an bisa dibilang Malaysia sudah cukup banyak club-club yang bermunculan. Beberapa club lokal yang sudah cukup senior adalah Head Hunter, Violent Storm MG, Warpigs MC, dan Independent MC. Untuk dua nama yang disebut terakhir bahkan sudah memiliki cabang di berbagai negara, antara lain Brunei, Singapore, Jepang, Phillipines, sampai U.A.E.

BRUNEI

Lawless_SEAUnite_Brunei_1

Seperti kebanyakan yang kita tau, Brunei hanyalah satu negara kerajaan kecil yang terletak di sisi atas pulau Kalimantan. Di negara yang tingkat kemakmuran masyarakatnya sudah sangat tinggi rupanya skena motor belum lama tumbuh. Tetapi hampir sama dengan di Malaysia, ada segelintir greaser muda yang merasa tidak puas hanya menikmati aspal Brunei yang halus dengan motor stock. Walaupun jumlahnya masih sangat minim, mereka mulai meng-custom motor-motor mereka, and I can assure you that these guys has built some of the nicest bikes I’ve ever seen.

Lawless_SEAUnite_Brunei_2

Dengan latar belakang beragam, dari skater senior sampai pegawai korporat, bisa dibilang orang-orang ini adalah pioneer custom cult di Brunei. Kita di Indonesia bisa dibilang cukup beruntung, karena di Indonesia banyak sekali “bahan” motor klasik yang bisa didapat, asal niat ngulik dan harga cocok. Sedangkan di Brunei, setau gue Harley Davidson tipe Shovelhead aja cuma ada satu. Satu-satunya altenatif adalah meng-import mesin dari luar negeri.

Lawless_SEAUnite_Brunei_3

Selain custom bikes, club-club motor pun mulai bertumbuh di Brunei, lokal maupun internasional. Salah satu club “luar” yang sudah resmi masuk di Brunei adalah Warpigs MC, club yang berbasis di Malaysia dan Singapore. Selain Warpigs ada juga Independent MC yang juga sudah resmi masuk di Brunei, selain di Singapore, Malaysia, U.A.E dan Phillipines. Untuk urusan event motor, Brunei sudah punya Brunei Bike Week. Walaupun gaungnya belum terlalu terdengar dan masih berskala kecil, at least ini akan sangat membantu berkembangnya skena lokal. Karena event-event tersebut selain ajang pamer motor juga ajang silaturahmi dan bertukar informasi untuk para pecinta motor pada umumnya. Tentunya hal ini juga menjadi faktor penting dan indikator dalam perkembangan skena lokal.

SINGAPORE

Lawless_SEAUnite_Sing_1

Untuk Singapore, ceritanya beda lagi. Bisa dibilang perkembangan custom cult di Singapore adalah yang paling ribet dibanding negara-negara yang udah gue bahas diatas tadi. Ini karena restriction/peraturan yang berkaitan dengan modifikasi kendaraan bermotor sangatlah ketat. Karena dikaitkan dengan faktor safety yang menjadi hal penting di Singapore. Walaupun terikat dengan peraturan yang ketat tidak membuat para pelaku scene custom cult di Singapore gentar.

Lawless_SEAUnite_Sing_2

Banyak teman-teman di Singapore yang harus putar otak agar bisa meng-custom motornya tetapi tetap street legal. Contohnya untuk modifikasi ekstrim di sektor frame udah pasti ngelanggar aja. Walaupun begitu tidak sedikit juga greaser di Singapore yang nekat memodifikasi motornya sesuai dengan selera mereka, walaupun itu berarti harus riding tengah malam dan kucing-kucingan dengan polisi. Vicious Cycles SG, adalah salah satu bengkel yang cukup hits di kalangan greaser Singapore, selain bengkel-bengkel custom lain yang mulai bermunculan. Untuk event custom cult sendiri di Singapore masih sepi, tapi tidak berarti mereka tidak aktif. Singapore custom cult enthusiasts seringkali terlihat muncul di event-event custom cult seputaran Asia, seperti event di Thailand, Malaysia, Indonesia dan Jepang.

Lawless_SEAUnite_Sing_3

Untuk per-MC-an, ada beberapa club-club lokal yang cukup berpengaruh. Salah satunya adalah Warpigs MC yang memang berbasis di Singapore dan Malaysia. Kalau kalian sempet berlibur ke Sin City (as the local call it), silahkan mampir ke Wheels & Wiener Bar and Grill. This joint is owned and run by Japy, tattoo artist and senior member of Warpigs MC. Sedangkan untuk club international, setau gue yang sudah masuk ada Bandidos MC.

THE MOVEMENT

Lawless_SEAUnite_Indonesia_8

In general, perkembangan custom culture di Asia Tenggara udah maju sebenernya. Gak kalah kayak di region Skandinavia (Denmark, Swedia, Norwegia, dan sekitaran), Inggris, Eropa dan Amerika sekalipun. Terlepas dari segala keterbatasan dan kekurangan yang ada baik mungkin dari segi teknologi, modal dan industri-industri pendukungnya, skena custom cult di Asia Tenggara sudah mulai mendapatkan exposure ke dunia luar. Kalo kita bisa menjalin networking yang kuat lintas negara di Asia Tenggara, kita bisa memajukan skena dan Industri custom culture di negara masing-masing. Sekarang pergerakannya sudah mulai ke arah itu. Semakin banyak event-event berkualitas di region kita, baik peserta dan pengunjungnya dari builder maupun penikmat custom culture dari berbagai negara. Gak sedikit teman-teman di skena lokal Indonesia yang sudah mulai menjalin hubungan dengan pemain-pemain dari negara-negara Asia Tenggara, baik secara individual maupun per-MC-an. Kalo dari per MC-an, seperti gue tulis diatas ada beberapa club seperti Warpigs dan Independent MC yang sudah bertumbuh dan berkembang lintas negara di region Asia Tenggara. Dari segi industri-industri pendukungnya, seperti fashion/apparel/aksesoris bikers dan bahkan parts dan aksesoris Custom seharusnya kita bisa lebih maksimal memanfaatkan jaringan yang sudah terbentuk saat ini. Pelaku-pelakunya juga sudah mulai berbaur lintas negara, pertemanan sudah tidak dibatasi oleh jarak lagi. Contohnya yang paling simple adalah banyaknya pengunjung dari negara-negara seperti Malaysia, Singapore dan Brunei di acara-acara custom culture di Indonesia, begitupun sebaliknya banyaknya gearheads Indonesia yang datang di acara-acara motor di Malaysia, Thailand atau Singapore.

Lawless_SEAUnite_Indonesia_9

Hal ini menunjukan bahwa event itu peranannya sangatlah penting sebagai networking hub dan sudah menjadi agenda tahunan untuk penikmat custom cult di Asia Tenggara. Atau seniman-seniman seperti sebut saja Fahmi dari Freeflow, pioneer dan seniman pinstripe senior dari Indonesia, karya-karya Fahmi sudah sangat dikenal dan dikoleksi oleh greasers di Malaysia, Singapore, dan lain-lain. Ada juga Joop, seorang seniman kulit dari Singapore, yang karya-karyanya juga sudah berbicara di dunia international. Joop pernah berkolaborasi dengan DicE Magazine, dia membuat merchandise DicE Magazine dalam jumlah terbatas yang didistribusikan melalui DicE Magazine. Joop berkenalan dgn Dean/Matt dari DicE Magazine ketika ia dan beberapa temannya pergi ke Mooneyes Yokohama Hot Rod Custom Show, berawal dari sini akhirnya kolaborasi itu bisa terlaksana. Untuk urusan produksi parts replika, di Indonesia ada Budi “Memori” dari Bandung. Nama panggilan “Memori” diambil dari nama wartel milik Budi di daerah Simpang Dago, Bandung. Selain pebisnis wartel, Budi juga dikenal sebagai bike enthusiast dan produsen parts replika Harley Davidson tipe WL. Barang-barang produksinya sudah banyak diekspor ke Eropa sebagai salah satu market terbesarnya. Selain itu sudah menjadi rahasia umum juga untuk official merchandise Harley Davidson, khususnya leather goods seperti riding jacket di produksi di Indonesia, sebelum dikirim ke USA untuk diberi label dan proses packaging sebelum diimport lagi ke Indonesia melalui authorized dealer. Beberapa fakta di atas hanya sebagian kecil bukti bahwa tidak hanya skenanya saja, tapi industrinya pun sebenarnya sudah diakui di pasar internasional. Tinggal bagaimana kita bisa memanfaatkan itu semua untuk memajukan skena yang sudah ada. Jadi untuk hubungan internasional, networkingnya harus semakin digiatkan. Tentu ini tujuannya untuk meningkatkan exposure tentang skena di Asia Tenggara.

Lawless_SEAUnite_Indonesia_6

Kalo untuk greasers lokal, sudah saatnya untuk semakin guyub, saling support, gak saling tikung, sudah saatnya karya berbicara gak sekedar bacot aja. Ada beberapa skena lokal cukup besar di Indonesia, antara lain Bali, Yogyakarta, Bandung dan Jakarta. Kenapa gue cuma menyebut 4 kota diatas? Karena di kota-kota inilah custom culture sudah berkembang secara “lengkap”. Maksud gue dengan “lengkap” adalah skenanya sudah berkembang baik dari faktor per-motor-custom-an termasuk segala macem supporting industrinya (custom parts, fabrikasi), and the art (musik, design, artwork, fashion). Selain itu, di 4 kota yg disebut diatas, sudah ada event-event permotoran yang lebih spesifik untuk skena custom cult lokal di masing-masing kota. Contohnya di Bali ada Grand Theft Artist, Yogyakarta ada Kustomfest, Bandung dengan Two Wheels Garage Cruisin’ dan di Jakarta sendiri ada Sekepal Aspal Indonesia.

Lawless_SEAUnite_Indonesia_10

Ini belum termasuk event-event lain yang diselenggarakan oleh komunitas. Bukan berarti custom culture tidak berkembang di kota-kota lain, cuma memang pertumbuhannya tidak sesignifikan seperti di 4 kota tadi. Networking greasers antar daerah juga sudah semakin terjalin, tinggal gimana kita bisa memanfaatkan segala potensi yang udah ada. Event-event semakin di tumbuh kembangkan, kontinuitasnya di pertahankan, jangan cuma jadi trend musiman doang. Bangga dengan produksi lokal, baik parts ataupun apparel dan karya builder lokal, yang menurut gue kelasnya juga udah cukup diatas rata-rata. Gak perlu ada komite per-customculture-an seIndonesia atau apalah, yang penting para greaser bisa menjalankan perannya sesuai dengan kapasitas masing-masing. Buat apa pake bikin paguyuban atau apapun bentuknya kalo diluaran masih saling iri dan ngomongin di belakang. Kapan bisa maju kalo gitu terus?

Yang penting sekarang semua bisa fun dalam menjalani hobby/life style yang sangat kita cintai ini. Semua pelakunya bisa menikmati dan kalau mungkin bisa “hidup” dari industrinya. Karena kalo menurut gue skena yang sehat adalah skena yang industrinya sudah sedemikian maju sehingga bisa menghidupi pelaku-pelakunya.

 

Oleh Wra Bakti dari SSMC.

[Disclaimer: Foto-foto diambil dari berbagai sumber lokal sebagai referensi dan ilustrasi semata. Sebagian foto bukan milik Lawless Jakarta maupun penulis.]

 

Please follow & like us :
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://lawlessjakarta.com/blog/south-east-asia-unite.html">
Twitter