REKOMENDASI ALBUM/SINGLE RILISAN 2012

2013 sudah tiba. Selama 2012, ini adalah rekaman-rekaman yang banyak saya dengarkan dan diputar berulang kali. Hampir semua adalah rilisan 2012, tapi ada beberapa yang sebenarnya adalah rilisan 2011, tapi baru sempat saya dengarkan di tahun berikutnya. Daftar ini lebih kepada rekomendasi rekaman-rekaman yang mungkin kalian lewatkan selama 2012, bukan ‘the best of’. Ada banyak daftar ‘the best albums of 2012’ diluar sana, silahkan dicari dan disimak. Bila merasa ada beberapa rekaman yang nampaknya saya lewatkan, ada beberapa kemungkinan: memang saya lewatkan atau tidak sesering itu saya putar, atau juga sesederhana memang terlewat. Sementara itu silahkan menikmati ringkasan singkat dari rekomendasi saya. Cheers.

 LOKAL:

 

 ((AUMAN)) Suar Marabahaya CD

[Rimauman]

Debut album yang mencengangkan. Band Palembang ini meramu heaviness stoner rock, kegagahan heavy metal, keseruan hard rock dan intensitas punk rock menjadi sebuah output musikal yang berbahaya. Lirik yang ditulis mix antara bahasa Indonesia – Inggris dan sedikit Palembang, tapi tidak terdengar canggung. Dari nomor-nomor singalong seperti “W.K.G.G.” dan “Subsonic Teenage Dream Machine”, doomy “Viva Rimau! Rimau!”, hingga full on hardcore attack dalam “Suara Marabahaya”, ((Auman)) adalah tipe band yang akan menghajar kalian tanpa basa basi baik live atau rekaman. Suar Marabahaya segera dirilis, dan kalian sebaiknya segera mendapatkannya.

 

MARCEL THEE With Strong Hounds Three CD

[Pavilliun]

Ini adalah proyek solo dari vokalis Sajama Cut, Marcel Thee. All I can say about this release is… it is simply beautiful. Terutama kalau kalian tidak keberatan dengan sound lo-fi, With Strong Hounds Three adalah komposisi-komposisi yang kuat. Marcel mengklasifikasikan proyek musik solonya ini sebagai ‘religious’, tau mungkin seperti musik gospel, dan ini cukup terasa terutama di lirik dan karakter musiknya yang seolah dilakukan oleh pemusik country-folk modern di gereja yang terletak di sebuah prairie di Anytown, Amerika Serikat. Saya sendiri malah lebih suka pendekatan Marcel Thee dalam kesederhanaan rekaman lo-fi-nya dibandingkan misalnya, The Mountain Goats atau The Comedians. Marcel Thee jauh lebih serius mengulik sound lo-fi ini menjadi jauh lebih diterima bagi saya walau saya juga menggemari kedua band yang saya sebutkan tadi. Album ini mengingatkan saya pada almarhum ayah saya, yang nampaknya akan sangat mengapresiasi rekaman ini. Dalam With Strong Hounds Three, favorit saya adalah “Party Drowned In Wine [1921-1942]”, dan “Date With Curmudgeon”.

 

 

VALLENDUSK s/t CD

[Pest Productions]

Bahkan dalam scene underground lokal, band ini dibawah jangkauan radar. Coba saja search review atau artikel lokal tentang band ini, tapi sayangnya pembahasannya hanya bisa dihitung dengan satu tangan saja. Tentu saja, tidak dapat dipungkiri kalau label mereka, Pest Productions, yang berasal dari China tidak terlalu banyak mendistribusikan mini album ini di tanah air. Anyway, mungkin Vallendusk adalah band post-black metal pertama yang berhasil merampungkan karya ke dalam sebuah mini album, correct me if I’m wrong. Dan karya perdana mereka ini impresif: Vallendusk cukup berhasil membuat senyawa antara black metal atmosferik dengan folk dan mungkin juga musik shoegaze dalam 3 lagu yang berdurasi total 25 menit ini. Nampaknya sebentar lagi akan ada rilisan baru dari label yang sama, Black Clouds Gathering, tapi entah kapan. Mungkin kalau kalian suka dengan post-black metal seperti Agalloch, Empyrium, Morningside, akan suka dengan Vallendusk.

 

 

ROMAN CATHOLIC SKULLS Weathered CD

[Siko/deathrockstar/The Bronze Medal Recording Company]

Ini adalah proyek musik antara Marcel Thee [Sajama Cut/The Knife Club] dan Danif Pradana [Kalimayat/Gagak/Sabedarah]. Memainkan musik eksperimental dan ambient dengan sedikit sentuhan drone dan kadang noise, Weathered menawarkan 5 lagu yang rata-rata berdurasi diatas 8 menit. Komposisi terpanjang mereka, “Adventurers, 1972-1973”, berdurasi nyaris 27 menit. Beberapa sound sample dalam Weathered membuat komposisi mereka seolah sebuah score dari film horor/suspense. Saya rekomendasikan untuk kalian yang sering bekerja lembur hingga tengah malam sendirian di kantor kosongmu.

 

 

BESOK BUBAR/WILDERNESS Rockasia Project 01 CD

[Drexter]

Dalam rekaman ini nampaknya vokalis/gitaris Besok Bubar, Amar Gill, membuat karakter vokalnya menjadi lebih harsh, dan tentu saja masih terdengar ganas.

Sejak merilis debut album mereka tahun 2011, Besok Bubar telah menunjukkan bahwa sound Seattle yang identik dengan era ‘90an, ternyata masih relevan untuk dimainkan dengan baik dan benar. Dari nomor pembuka, “Awas”, hinggu lagu kelima dari mereka, “Pahlawan Bertopeng”, meramu gaharnya rock tanpa melupakan melodi dan hook-hook yang memorable. Wilderness dari Filipina, on the other hand, tidak terlalu impresif. Band instrumental math rock ini memainkan aransemen yang kadang ok, tapi juga kadang terasa monoton dalam 5 lagu mereka. Kalau 1 lagu bisa keren, tapi ketika menjadi 5 lagu, it’s a bit too much. Tapi tidak menyakitkan. Saya lebih sering memasang sisi Besok Bubar.

 

 

HAUL Rima Penghitam Cakrawala CDEP

[Utarat/Quickening Records]

Pertama menyaksikan kebrutalan Haul adalah ketika mereka tampil tepat sebelum band saya di sebuah event di pesisir Bandung. Great, promising & new heavy band. Bagusnya, tidak membutuhkan waktu yang lama sejak saya pertama mendengarkan musik mereka secara live hingga suatu hari mendapat paket dari mereka berisi rilisan pertama mereka, Rima Penghitam Cakrawala. Antara metal dan juga blackened crust, band Bandung ini sedang bergerak menancapkan eksistensi mereka di scene musik keras, dan debut mereka kini berhasil menempatkan mereka untuk diperhitungkan. Kalau kalian masih belum terpukau dengan hanya judul seperti “Legiun Api”, ada yang salah dengan kalian. Ha!

 

 

VAGUE s/t EP

[YesNoWave]

Revolution Summer-nya scene hardcore/punk rock Washington DC, nampaknya membekas lama dan membutuhkan waktu yang tidak singkat untuk sampai di Indonesia dalam bentuk sebuah unit musik solid. Vague, memainkan punk rock dengan serius: influence dari Rites Of Spring, Soulside, hingga Fugazi, diramu dan diterjemahkan oleh band asal Jakarta ini menjadi alternatif dari musik hardcore/punk rock kebanyakan yang berbeda dan soulful. Vokalis/gitaris Yudhistira juga memiliki karakter vokal serak yang unik digabung dengan gaya permainan gitar yang seperti sloppy membuat Vague memiliki sound dengan ciri tersendiri. Sejak dirilis pertengahan tahun lalu lewat YesNoWave [free download], rekaman berisi 3 lagu ini sering saya putar. Good shit.

 

DUCT TAPE SURGERY Facing Problems

[Stop ‘N’ Go/Time Up Records]

Silahkan cek reviewnya disini.

 

INTERNASIONAL

HELL/THOU Resurrection Bay 7”

[Gilead Media]

Kombinasi split dari 2 band doom/sludge yang sempurna, Hell dan Thou. Apalagi yang diharapkan selain lagu yang devastating. “Sheol” dari Hell adalah nomor doom yang perlahan mendentum tebal, sementara “Ordinary People” dari Thou suram dengan riff-riff gitar kejam dipadu dengan bass & drum primitif. Sulit untuk dilepaskan dari record player saya. Crushing.

 

 

ASPHYX Deathammer LP

[Century Media]

Mungkin ini adalah satu-satunya band dalam artikel ini yang mudah dikenali, terutama dari scene metal. Vokalis Martin Van Drunen seperti memiliki sentuhan Midas dalam skena death metal. Haha. OK, mungkin sebuah statement yang sedikit berlebihan, tapi intinya setiap proyek musik yang dikerjakan/diikuti oleh van Drunen memang keren. Deathammer setia mengusung death-doom, selayaknya rekaman-rekaman klasik old school death metal yang tidak melulu mencoba membuktikan kebrutalan lewat kecepatan.

 

 

ANNE Power Exchange 7”

[Run For Cover]

Ini tipe band yang kalau kalian melihat visual para personilnya, dan segera men-judge, “Hipsters.”. You know what? Entah hipster atau bukan –dan kata ‘hipster’ kini juga sangat overused– jangan ambil pusing. Musik akan bicara dengan sendirinya. Begitu pula dengan rekaman ini. Single 2 lagu ini, “Power Exchange” dan “Rings” membawa kita kembali ke kejayaan musik shoegaze dan indie pop yang jangly. Ada pengaruh musik goth juga dalam musik Anne, dan karakter permainan gitar yang sekilas seperti gaya permainan The Cure di tahun ‘80an juga menarik. Karya yang menjanjikan danberhasil menjadi penerus debut album mereka, Dream Punx yang dirilis tahun 2011.

 

 

HOODED MENACE Effigies Of Evil LP

[Relapse]

Bila sutradara John Carpenter membentuk band, mungkin hasilnya akan seperti Hooded Menace. Setiap riff dari band ini rasanya bukan seperti pola death doom metal, tapi lebih kepada penerjemahan visual sinematik dari film-film horor era ‘60an dan ‘70an yang menegangkan. Dari nomor pembuka “Vortex Macabre” yang punya atmosfer suram dan mengerikan hingga sound khas old school death metal dalam “Curses Scribed In Gore”, Hooded Menace kembali dengan produksi yang lebih baik dari sebelumnya. Relapse Records telah melakukan hal yang benar dengan merilis band Finlandia ini.

 

 

ILSA Intoxicantations LP

[A398 Recordings]

Album yang solid. Dan kotor. Heavy, blackened-crust d-beat? Mungkin. Mix Discharge, Eyehategod, Hellhammer, dan sedikit Autopsy plus beat-beat enerjik hardcore punk, kita akan mendapatkan Intoxicantations. Pola musik yang monoton –in a good way– dan double drumming yang tidak berlebihan membuat rekaman ini menjadi heavy dan menarik [Bolt Thrower, anyone?]. Dan di lagu seperti “Deadbeat’s Ballad” mereka bermain dengan heavy metal a la Ilsa, dan masih garang. Apalagi jika diputar dengan volume yang tepat, Intoxicantations seperti mampu menghancurkan iga kalian secara perlahan. Menghantam kepala dengan martil. Berkali-kali.

 

 

SERPENTINE PATH s/t LP

[Relapse]

Ketika unit doom metal, Unearthly Trance, bubar di tahun 2011, tidak membutuhkan waktu lama ketika para personilnya kembali dan bersatu dengan gitaris Tim Bagshaw [eks-Electric Wizard/Ramesses] dan menghasilkan album doom yang superior dan monolitik.  Vokal/gitaris Ryan Lipynsky kini bereksperimentasi dengan vokalnya lebih gahar dan lebih rendah, dan debut album Serpentine Path ini menjadi mix sempurna antara doom metal dengan death metal, membawa kembali kejayaan death-doom dengan sound kekinian yang jauh lebih heavy. Kini, Stephen Flam dari legenda doom, Winter, bergabung dengan mereka. Bahaya.

 

 

SATAN’S SATYRS Wild Beyond Belief! LP

[Trash King Productions]

Adakah yang pernah menyebut subgenre ‘lo-fi doom punk’? Belum? Tidak berusaha membuat istilah dari genre/subgenre baru, tapi kata-kata tersebut nampaknya cukup pas untuk menggambarkan musik Satan’s Satyrs. Roadburn Festival dari Belanda malah melabeli mereka sebagai pionir dari ‘scuzz rock’. Tapi pada akhirnya, persetan dengan pelabelan genre/subgenre, kalian harus mendengarkannya sendiri untuk mengetahui. Melaju dengan motor tua klasik, dengan berbekal acid dan alkohol murah. It is wild beyond belief, of course.

 

Album/rekaman rilisan tahun lalu lainnya yang banyak didengarkan di 2012 tapi cukup ‘umum’ [dan mungkin malas saya jabarkan satu-satu, haha!]:

Neurosis Honor Found In Decay, Pallbearer Sorrow And Extinction, Testament  Dark Roots Of Earth, Torche Harmonicraft, Converge All We Love We Leave Behind, Royal Thunder CVI, Proclamation Nether Tombs Of Abaddon, Ash Borer Cold Of Ages, Mutilation Rites Empyrean, Napalm Death Utilitarian, Municipal Waste The Fatal Feast,  High On Fire De Vermis Mysteriis, Wild Nothing Nocturne, Killing Joke MMXII, A.L.I.C.E./Wicked Suffer split, Swans The Seer, Like Rats Like Rats, Kowloon Walled City Container Ships, Chelsea Wolfe Apokalypsis, Eyehategod New Orleans Is The New Vietnam, Electric Wizard Legalise Drugs And Murder, Pharaoh This House Is Doomed.

 

oleh arian13

 

Please follow & like us :
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://lawlessjakarta.com/blog/rekomendasi-albumsingle-rilisan-2012.html">
Twitter