NAFAS LAMA : EDITABLE NARRATION ART EXHIBITION

nafas lama

 

Lawless Jakarta dengan bangga mensupport pameran seni rupa bersama kolektif KillSkill: Aris Darisman, Bonifacius Djoko Santoso, Dodi Hilman, Lambok Elvandri Hutabarat, Wahyudi Pratama, dan Yulian Ardhi.

Para seniman yang berpameran disini, akan mencoba mengintepretasikan konsep dan gagasan mengenai tema besar pameran NAFAS LAMA : EDITABLE NARRATION ini, dalam wujud perupaan sebagai gagasan intepretasi dari masa lalu personal dan dikaitkan dengan kondisi budaya massa yang saat ini muncul.

Narasi besar yang dicuplik, disadur, dibaca ulang dan bahkan narasi kecil dari sejarah yang dianggap usang, namun dijadikan acuan namun itu bisa dimodifikasi, revisi, dibentuk kembali dalam wujud kebaruan. Kalimat paradoks sebagai impact budaya global, kontradiktif yang tak terungkap karena dininabobokkan dalam kenyamanan, gagapnya media menganalisa mengenai perubahan opini dan pembentukkan opini sesuai kepentingan politis, bagaimana pola sesat informasi yang berujung pada infomasi yang salah, karena ahistoris, gap generation problem bahkan sampai pertanyaan berulang mengenai eksistensi manusia sebagai mesin atau mesin adalah manusia merupakan NAFAS LAMA yang kembali bisa dimodifikasi secara narasi.

Karya para seniman yang hadir dalam pameran ini, semua merepresentasikan narasi lawas yang diterjemahkan ulang. Dibaca kembali sebagai bentuk rima kekaryaan yang terus berproses.

Para Seniman : Aris Darisman, Bonifacius Djoko Santoso, Dodi Hilman, Lambok Elvandri Hutabarat, Wahyudi Pratama, dan Yulian Ardhi, bekerja dan melakukan riset dan eksperimen secara personal, dan menghasilkan konsep dan karya yang akan dipamerkan dalam pameran NAFAS LAMA : EDITABLE NARRATION ini.

Please follow & like us :
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://lawlessjakarta.com/blog/nafas-lama-editable-narration-art-exhibition.html">
Twitter