MOTORAN RAMADHAN

Bulan suci Ramadhan telah tiba. Mungkin juga saat kalian membaca artikel ini, bulan yang ditunggu-tunggu semua orang ini sudah melewati minggu kedua-nya. Gue pribadi selalu menunggu bulan Ramadhan dengan suka cita karena segala keriaan yang ada di dalamnya.

Nyuci-ngelap-moles motor adalah kegiatan ngabuburit yang paling menyenangkan, setidaknya menurut gue. Setelah bangun siang dari bobo pasca sahur, kegiatan memoles motor sangatlah menenangkan, meredakan saraf-saraf yang tegang, ideal buat mengisi waktu menunggu bedug Maghrib. Biasanya gue membagi-bagi bagian mana yang akan gue bersihkan hari ini, biar tidak terlalu cape, namun hasil yang didapat maksimal. Maklum, dengan peralatan yang seadanya, membersihkan celah-celah antara sirip-sirip blok mesin mampu bikin kusut. Kotoran bandel yang tidak mau cepat lenyap sering bikin spaneng! Kalau masih ada waktu sebelum adzan berkumandang, biasanya gue menyempatkan untuk mengajak Marni lari-lari sore sekitar 1 lap keliling kompleks. Lumayan lah kena angin sedikit.

Selain itu, biasanya di bulan suci juga banyak teman-teman yang menyelenggarakan acara kumpul-kumpul dengan sampul Buka Puasa Bersama ataupun Sahur on The Road. Ajang ini juga sering gue manfaatkan untuk silaturahmi dengan teman-teman yang jarang ketemu di hari kerja. Bahkan seringkali, event-event seperti ini mempertemukan gue dengan teman-teman yang lebih dari setahun tidak bersua.

Kenikmatan pribadi yang gue dapat dari bulan suci ini adalah, adanya WAKTU untuk badan dan pikiran gue bersantai dari rutinitas keseharian yang terkadang seperti belenggu. Bukan bermaksud untuk colongan curhat, namun itulah makna utama yang gue dapat setiap bulan Ramadhan tiba: waktu untuk SANTEY.

Tapi, berdasarkan pengalaman tahun-tahun kemarin, kok kayaknya banyak yang ga santai yah menjalani bulan yang suci ini? Semua orang berlomba-lomba pulang ke rumah tepat waktu agar ga telat berbuka. Semua orang berlomba-lomba selip sana selip sini agar bisa motong jalan biar bisa minum es kelapa muda tepat waktu. Semua orang CURANG ga mau mengalah, hanya agar kepentingannya terpenuhi, dengan cara yang merugikan orang lain. Bukankah bersabar, tepo seliro, berusaha tidak merugikan orang lain, juga merupakan sebagian dari ibadah?

Mungkin penutup artikel kali ini adalah ajakan untuk bersantai, mempersiapkan segala sesuatu yang perlu dipersiapkan jauh-jauh hari, dan berusaha menjalaninya dengan kepala yang dingin… (kalo masih panas, minum aja dulu biar agak dingin). Santey Bor!

Selamat menunaikan ibadah di bulan Ramadhan yang ga hanya puasa saja isinya, dan jangan lupa untuk juga menghormati yang tidak berpuasa.

Oleh Rizky Mandra dari SSMC.

 

Please follow & like us :
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://lawlessjakarta.com/blog/motoran-ramadhan.html">
Twitter