FOOTBALL VS RUGBY

Tenang, olahraga belum menggusur salah satu dari motto “beer drinking, hell raising,live to ride, ride to die, rock n’ roll” milik Lawless Jakarta kok. Meskipun kami berusaha menjaga kebugaran untuk selalu mabuk dengan prima, topik kali ini memang hanya mengutip sebuah quote dari dunia olahraga.

Football*, is a gentlemen’s game, played by hooligans, while Rugby*, is a hooligan’s game, played by gentlemen” – disadur dari film Invictus.

Sepakbola, yang kita lihat sebagai sebuah olahraga yang sangat anggun, operan-operan cantik, manuver brilian, dan penuh dengan peraturan-peraturan yang “menjunjung” ke-hormatan-laki-laki-an semacam offside, seringkali memunculkan beberapa kondisi kontroversial yang disebabkan oleh perilaku pemainnya yang sering tidak sportif. Diving, handsball, menghujat wasit, sampai memukul sesama pemain, sering menghiasi pertandingan perebutan si kulit bundar tersebut. Sedangkan Rugby yang terlihat kasar, brutal, bengis, dan dipenuhi oleh orang-orang sebesar pohon yang saling menjatuhkan lawan tanpa perlindungan apapun, hampir jarang (mendekati tidak ada) perkelahian yang dipicu oleh tindakan tidak sportif. Para raksasa-raksasa tersebut sepertinya hanya memikirkan tentang bermain sekuat mungkin dengan penuh rasa hormat pada peraturan dan lawan mereka.

Terlepas dinamika dunia olah raga seperti tersebut diatas, gue agak prihatin dengan berita yang gue dengar sekitar akhir bulan lalu. “Segerombolan pengendara Motor Gede melewati jalan tol menuju Puncak” bukanlah sebuah berita yang gue pribadi (dan seluruh punggawa Lawless) anggap sebagai hal yang membanggakan. Sedih.

Kalau gue pikir baik-baik, biasanya yang dianggap sebagai Motor Gede itu kan yang secara fisik memang besar, harganya mahal, dan dijual dari dealer resmi. Secara gampang ditebak, biasanya pemiliknya pun orang yang berduit melimpah dengan pendidikan yang cukup tinggi. Tapi kenapa hal (*maaf) bodoh seperti ini terjadi? apakah dibalik motor mengkilap nan mentereng tersebut ada pengendara yang culas? Apakah dibalik kendaraan roda dua mahal tersebut terdapat pemilik yang arogan? Apakah diatas kuda besi yang gagah itu duduk seorang pengendara berjaket kulit, boots tebal, dan helm full-face mutachir yang hanya menjadi pengikut trend belaka tanpa tahu apa-apa? Bener-bener mental tempe kalo gitu dong?

Secara dampak, ga cuma “mereka” yang terkena imbasnya, tapi kita-kita (orang-orang yang ngebangun motor dengan penuh passion, karena emang suka naik / modifikasi motor) juga mendapat pandangan sebelah mata dari khalayak umum. Bukan salahnya masyarakat sih, karena kita mengendarai tunggangan yang “serupa tapi tak sama” dengan kaum yang gue sebut duluan tadi. Memang motor kita terlihat lebih “urakan”, “terondol”, “sangar” dibandingkan dengan motor mereka. Spion kadang kadang cuma sebelah, lampu sein ga dipasang, pelat nomer cuma di belakang, sebagian besar malah ga pake fender depan. Tapi kita ga pernah ngerepotin orang lain, apa lagi ngambil HAK orang lain! Kita berhenti di belakang garis stop, ga ngelanggar lampu merah, ga makan badan jalan neduh disaat hujan, dan yang pasti GA PAKE LAMPU STROBO SOK-SOK-AN MINTA JALAN ORANG LAIN! (Pasti mereka waktu kecil ga pernah main polisi-polisian).

Salam dua jari tengah teracung untuk kalian, wahai para begundal sok parlente, dari kami, para berandalan santun.

Oleh Rizky Mandra dari SSMC.

*Football adalah istilah bahasa Inggris (English) untuk menyebut olahraga sepakbola, Sedangkan Soccer itu istilah dari bahasa Inggris (America) untuk menyebut hal yang sama. Orang Amerika menggunakan Football untuk olah raga yang mungkin kita kenal sebagai Rugby.

*Rugby secara global ditujukan untuk olah raga yang merebutkan sebuah bola elips, dengan peraturan ala negara-negara persemakmuran (bekas jajahan Inggris, seperti Australia, Wales, Skotlandia, New Zealand, dsb). pada Rugby Aussie Rules, body protector ala motorcross dan helm berkerangkeng besi tidak dipergunakan. Cara mencetak angkanya mirip dengan American Football, namun perbedaannya adalah pada Rugby tidak diperkenankan mengoper ke depan, hanya boleh ke samping atau sejajar.

 

Please follow & like us :
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://lawlessjakarta.com/blog/football-vs-rugby.html">
Twitter