EUROTRIPPIN’

Mungkin Eropa adalah salah satu benua yang paling maju, paling menarik, paling indah dan paling tau caranya berhura-hura di dunia. Brothels, absinth, pilsner, pork knuckle, casinos, history, sights, galleries, weed, etc; you name it, they got all sorts of those. Banyak sekali negara-negara di benua asal gue, you can tell by my following self portrait that it’s obviously Asia, yang terpengaruh dengan segala macam gaya hidup, produk, musik, dan lain sebagainya dari sana. Dan pastinya juga iri terhadap berbagai hal yang Eropa bisa nikmati secara bebas yang kami tidak.

Juni – Juli 2012, kebetulan gue dapat rejeki dan kesempatan untuk bertandang ke Praha, Berlin, dan Amsterdam dalam rangka liburan dan acara keluarga. Sebelum berangkat gue cukup banyak berharap untuk bisa datang dan menyaksikan beberapa festival musik musim panas dan beberapa show musik kecil lainnya disana. Apa daya tapi tangan tak sampai, ketika gue memesan tiket pesawat sepertinya informasi tentang line-up festival, tanggalnya, dan lain-lain belum bisa dikonfirmasi 100% oleh pihak penyelenggara, yang akhirnya memaksa gue untuk melewatkan beberapa festival dan show itu karena ketidakcocokan tanggal kepergian. Padahal band-band keren seperti Faith No More, Prodigy, Blink 182, New Order, Radiohead, dan lain-lain sedang tur Eropa. Walaupun ternyata akhirnya beberapa festival yang delayed atau bahkan diundur karena faktor cuaca yang sedang buruk disana. Dan juga sempat ada kejadian vokalis Lamb of God, Randy Blythe, yang ditahan oleh kepolisian Republik Ceko karena dugaan kasus pembunuhan beberapa tahun lalu yang masih dipermasalahkan. Akhirnya show Lamb of God dan opening acts-nya, All Shall Perish dan Skeletonwitch, di Rock Café, Praha, harus dibatalkan dan Randy pun sampai artikel ini gue tulis masih mendekam di penjara.

Suasana di depan Rock Café, Praha, sehari sebelum penangkapan Randy Blythe.

Satu show yang sempat saya datangi adalah show The Mars Volta di Huxley’s, Berlin. Tempat ini terletak di Berlin timur dan tidak terlihat dari depan bahwa tempat ini mampu untuk menampung orang banyak. Dalam hati gue berpikir sepertinya show kali ini akan penuh sesak, berkeringat, dan mengepul asap rokok. Tapi setelah gue memasuki area dalam ternyata tempat itu mampu menampung sekitar 2000-an penonton di lantai 2. Rigging panggung yang cukup besar, lampu-lampu yang cukup banyak, serta area standing dan tribun ukuran kecil bisa muat di dalamnya. Sempat ada niat gue untuk mendekat ke panggung dan melihat Cedric dan Omar dari dekat dan melihat mereka beraksi, tetapi ukuran badan penonton Jerman yang sebesar kulkas 2 pintu pada malam itu mengurungkan niat tersebut karena takut malah jadi tenggelam diantara kumpulan crowd berbadan bongsor dan pandangan gue terhalang. Malam itu The Mars Volta bermain kurang lebih 1 jam 45 menit and it was a packed night. Downside-nya adalah gue mengharapkan mereka memainkan juga lagu-lagu dari album “De Loused In The Comatorium”, tapi sayangnya gue kurang beruntung. But nonetheless, they rocked the shit out.

Upcoming shows di Huxley's, Berlin.

Selain untuk musik, gue juga sempat browsing untuk menemukan toko-toko atau bengkel-bengkel motor yang menarik untuk dikunjungi. Yang gue tau banyak tempat-tempat seperti itu di London dengan Ace Café-nya, Copenhagen dengan Wrench Monkees-nya, dan masih banyak lagi. Tetapi untuk kota-kota yang gue kunjungi yaitu Praha, Berlin, dan Amsterdam, entah mengapa sepertinya gue sulit untuk menemukannya dan akhirnya tidak sempat berkunjung ke toko atau bengkel manapun. Anyway, berikut adalah foto-foto random yang berhasil gue kumpulkan di pinggiran-pinggiran jalan kota-kota tersebut. Dari 3 kota yang gue kunjungi, juaranya untuk motor-motor yang seliweran dan parkir di pinggir jalan adalah Berlin. Sepertinya kehidupan permotoran disana lebih bergairah dibandingkan dengan 2 kota lainnya. Lebih beragam jenisnya dan jenis-jenis motor tersebut adalah jenis-jenis yang oke punya. Oh ya, gue sekaligus berhasil iseng menempelkan sticker Lawless Jakarta di banyak tempat. Mari kita berdoa saja semoga gue tidak menjadi buronan Interpol dan akhirnya ditangkap seperti Randy karena hal ini. #freerandyblythe!

 

Semua foto diambil menggunakan iPhone 4.

Sammy Bramantyo

Please follow & like us :
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://lawlessjakarta.com/blog/eurotrippin.html">
Twitter