#DGRJakarta13: Together as one, for the better.

The oficial Distinguished Gentkeman’s Ride (DGR) Jakarta 2013: Raising awareness, raising some money, have lots of fun, and kick cancer in the butt!

Lawless_DGR_Jakarta_2013_Banner

Ramalan cuaca hari Minggu 29 September 2013 di Jakarta dan sekitarnya menyatakan bahwa hari itu akan mendung seharian dan baru akan hujan pada malam hari. Beberapa teman yang sudah berencana ikut riding #DGRJakarta13 ini menghubungi saya dari pagi dan menyatakan kekhawatiran mereka akan cuaca yang mungkin akan tidak mendukung untuk riding. Saya sempat mendapatkan email dari panitia DGR pusat di Australia, Mark Hawwa yang menyarankan apabila pagi hari itu ternyata hujan di Jakarta silakan saja mengganti jadwal riding menjadi seminggu setelahnya. Begitulah concern dari Mark yang saya dapat, tapi karena pagi itu tidak hujan maka saya pikir sudahlah, kita tetap jalankan saja acara ini, rain or shine. Saya sengaja sudah memakai pakaian yang siap saya korbankan apabila hujan turun dan tentunya mengantongi kantong plastik kresek untuk melindungi ponsel saya dari air haha.

Mark merestui rencana saya sejak hari Selasa kemudian langsung membuatkan Facebook page resmi untuk DGR Jakarta dan menjadikan saya sebagai host di page tersebut. Seperti permintaan Mark supaya acara ini netral dari kesan kepemilikan tunggal maka saya memilih kru dari Sekepal Aspal Indonesia untuk membantu saya mengorganisir acara ini dengan segala keterbatasan waktu dan tenaga kami. Mark juga menjelaskan bahwa DGR tidak menginginkan lebih dari satu ride invidual dalam satu kota. Mengapa memecahnya apabila bisa dilakukan bersama dengan satu rute. The more, the merrier. Pengumuman kami buat seperti ini: Join Sekepal Aspal Indonesia For The Distinguished Gentleman’s Ride Jakarta 2013. Setelah memastikan bahwa tidak ada rute lain yang di-propose kesanaMark kemudian merestui Sekepal Aspal sebagai host dan menuliskan email terakhir yang kurang lebih berbunyi, “It’s all set! It’s only 5 days from now. Just make sure you guys have lots of fun. Donations will come next year.”

DGR_Lawless_Indra

Segala persiapan yang memungkinkan untuk terlaksananya acara ini dengan baik kami lakukan. Kami terus update di Facebook page dan media sosial Sekepal Aspal lainnya, dibantu oleh akun Lawless Jakarta dan akun-akun pribadi kami masing-masing,  peta rute riding kami buat dan cetak dengan titik-titik perjalanan yang cukup jelas, mendesain dan mencetak stiker dalam waktu singkat, dan banyak lagi. Saya kemudian mendapat kabar dari Ryo dari Spacewood bahwa mereka mengadakan acara bernama Domingo Acopio, sebuah acara DJ performance sekaligus acara anniversary ke-2 mereka di Treehouse Kemang. Saya pikir ini bisa dijadikan tempat after party kecil sebagai pelengkap acara untuk para riders DGR Jakarta supaya bisa ngobrol, berfoto, dan sekedar bersenang-senang sebelum melanjutkan perjalanan pulang. All for a good gathering. Teman-teman dari Spacewood setuju dan mereka juga “mendonasikan” beberapa botol beer dingin untuk para riders yang terdaftar di website resmi DGR. Lokasi after party kami cantumkan di peta rute, tidak lupa dengan peringatan, “A gentleman knows his limits. Drink responsibly.”

Lawless_DGR_Domingo

Hari Minggu saya dan beberapa teman janjian untuk bertemu di Lawless Jakarta untuk berangkat bersama ke lokasi start di Pati Unus. Setibanya saya disana, terlihat sudah cukup banyak teman-teman yang berkumpul menunggu saya. Wah, saya pikir saya sudah cepat, ternyata mereka lebih cepat lagi datangnya haha. Setelah beberapa lama kami ngobrol dan bersiap disana waktu sudah menunjukkan jam 13.30 dan kami sudah harus bergegas berangkat, hanya tinggal menunggu satu orang teman kami lagi dari Sekepal Aspal yaitu Rizky Mandra dan motor H-D FXR-nya yang bernama Marni. Salah satu FXR terbaik dan terkekar yang pernah saya lihat seumur hidup.

Lawless_DGR_1

Lawless_DGR_2

Beberapa menit kemudian Mandra datang dan teman-teman langsung bersama-sama menyorakinya. “Hore, waktunya kami berangkat. Sudah tak sabar!” Mandra kemudian memarkir motornya agak sedikit berjarak dari tempat kami memarkir motor-motor kami karena lahan parkir yang sudah penuh. Sebuah insiden buruk terjadi saat Mandra akan mematikan motornya. Menurut kronologi yang dijelaskan Mandra dan analisa teman-teman, saat Mandra memutar throttle terakhir kali sebelum mematikan mesinnya, terjadi semburan kecil bensin dari area selang atau karburatornya yang kemudian bertemu dengan percikan api dari koil atau magneto-nya (kami kurang yakin), yang mengakibatkan Marni terbakar habis. Mandra dengan cepat lompat dan melepaskan motornya dalam kondisi api yang sudah besar. Untungnya Mandra sudah mengeluarkan standar motornya dan posisi perseneling masih di gigi satu sehingga motornya tidak jatuh dan tidak mundur dengan sendirinya ke jalanan. Api sempat melambung dengan ketinggian 2-3 meter dan mengepulkan asap hitam. Jalanan seketika macet karena banyak pengendara mobil dan motor yang tidak berani melintas karena api menyambar-nyambar. Teman-teman dengan paniknya membantu memadamkan api itu dengan segala cara dari mulai disiram air dengan selang, melemparkan pasir, memukulnya dengan keset dan karung basah, bahkan menyiramkan berbagai merk minuman yang mereka bisa temukan. Api terus berkobar selama sekitar 5 menit sebelum akhirnya seseorang menemukan fire extinguisher dari ruko sebelah.

### for Lawless Article from my personal vault. built by Kickass Choppers

Lawless_DGR_3

Lawless_DGR_4

Lawless_DGR_5

Turut berduka atas musibah yang lo alami, Ndra. Ini bukan apa-apa. Semoga Marni cepat sembuh dan bisa kembali menggelinding bersama lagi. By the way, di Instagram ada yang menanyakan apakah Marni dijual tuh. Gila, “mayat”-nya aja udah gosong tetap laku haha.

The show must go on. Kami dan Mandra akhirnya tetap berangkat ke Pati Unus walau terlambat untuk bertemu dengan teman-teman peserta yang lain. Sebelum berangkat jujur saja saya mengharapkan kehadiran yang tidak terlalu banyak. Jumlah riders yang mendaftar di website berjumlah 74 orang tapi feeling saya itu pun tidak akan datang semua.

Lawless_DGR_6

Lawless_DGR_7

Lawless_DGR_8

Lawless_DGR_28

Neng, mau kemana neng… Oh maaf. Lanjut lagi.

Pikir saya mungkin hanya sekitar 50-60 orang. Lumayan lah untuk acara yang hanya diorganisir dalam waktu 5 hari. Ternyata saat kami tiba di ujung jalan Pati Unus, terlihat dari jauh kalau perkirannya di sebelah kanan dan kiri jalan sudah penuh sesak. Saya perkirakan mungkin ada sekitar 200-an motor yang akhirnya muncul dan bergabung. Gila! Antusiame yang sangat luar biasa. I was amazed and overwhelmed. Saya sampai tidak bisa makan siang karena terlalu excited dan kehilangan selera makan. Yang ada di kepala saya adalah, let’s ride, ride, ride!

Lawless_DGR_9

Lawless_DGR_10

Lawless_DGR_20

Lawless_DGR_21

Lawless_DGR_22

Kami meminta bantuan Angga dari Thrive Motorcycles untuk menjadi chief dari riding kali ini. Riding dimulai jam 15.30 dan langsung menuju Monas. Riding dijalankan dengan kecepatan yang tidak kencang dan kami pun bersenang-senang di jalan. Terlihat beberapa motor teman-teman yang mogok di pinggir jalan tapi selalu saja ada teman-teman lain yang membantu dan menunggu sampai bisa jalan kembali. No one was left behind.

Lawless_DGR_11

Lawless_DGR_15

Lawless_DGR_12

Lawless_DGR_14

Lawless_DGR_16

Lawless_DGR_18

Lawless_DGR_13

Lawless_DGR_23

Lawless_DGR_17

Lawless_DGR_31

Lawless_DGR_19

Lawless_DGR_29

Sesampainya di Monas kami sempat berhenti, minum, dan berfoto sebentar sebelum kemudian melanjutkan perjalanan kembali ke Pati Unus. Rute sempat sedikit kacau karena teman-teman mendapatkan kabar bahwa sebagian rombongan terpisah dan berada di daerah SCBD. Setelah kami susul mereka akhirnya rute tetap berakhir di Pati Unus.

Lawless_DGR_24

Lawless_DGR_25

Lawless_DGR_26

Lawless_DGR_30

Lawless_DGR_27

Sesampainya kami di Pati Unus, kami menyempatkan diri untuk makan, ngobrol, dan berfoto (lagi). Sebagian teman-teman tidak melanjutkan ke after party di Kemang, jadi kami bersalaman dan berpisah. Sedangkan rombongan yang melanjutkan ke Kemang kemudian kembali riding bersama.

Lawless_DGR_32

 

Sampai di Treehouse Kemang terlihat bahwa acara belum ramai. Kami turun dari motor dan menyapa teman-teman dari Spacewood yang sudah menunggu kami di dalam. Makin malam, after party makin ramai. It was good times indeed. Setelah beberapa botol bir dingin, akhirnya saya memutuskan untuk pulang.

DGR 2013 berhasil mencatat 3230 orang riders dari seluruh dunia, 76 orang berasal dari Indonesia, 5 orang dari Bali dan 71 orang dari Jakarta. Indonesia berhasil menyumbangkan AU$1,335 yang akan dipakai untuk kepentingan riset kanker global khususnya kanker prostat yang banyak diidap oleh pria-pria di seluruh dunia. Did we succeed? Yes we did. Did we have a great time? I know i did.

Terima kasih yang sebesar-besarnya untuk partners in crime saya dari Sekepal Aspal Indonesia yang sudah rela banting tulang dikejar-kejar setan menyiapkan acara ini tanpa imbalan, Lawless Jakarta dan SSMC family. Juga terima kasih untuk Rancho crew, teman-teman dari Terrace A Go Go yang sudah mengijinkan parkirannya untuk diacak-acak, Angga dan Thrive Motorcycles, Indra Fauzi dan Adita SUB Magazine yang sudah menyumbangkan desain untuk stiker DGR Jakarta, Spacewood/Domingo Acopio/Treehouse Kemang yang sudah menyediakan after party yang seru.  Terima kasih untuk teman-teman yang sudah berpartisipasi: Altos, Piston Pirates MC, Blind Eagle MC, Vespa/Piaggio/Scooter Club Indonesia, Vespa Metal (dan teman-teman Vespa lain), Lambretta Club Indonesia (dan teman-teman Lambretta lain), Troupe (dan teman-teman Triumph lain), Skramble, Serigala Militia, Jamal, Dadit, Jawa, Lembu, Dikta, Mastom, Heret dan ADV Motorcycle,  dan teman-teman lain yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. You fukkin’ rule! Until next year.

Oleh Sam Bram.

Lawless_DGR_33

Photos used taken by Jamal, Dadit, Rizky Mandra, and Roni Pramaditia.
“The Headless Gentleman” artwork by Indra Fauzi.

 

Please follow & like us :
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://lawlessjakarta.com/blog/dgrjakarta13-together-as-one-for-the-better.html">
Twitter