CLUTCH – BRAKE

Lawless_Clutch_Brake_1

Sepeda motor pasti punya kopling, dan juga rem. Entah dioperasikan dengan cara manual ataupun otomatis, kedua piranti tersebut ada, dan merupakan hal yang esensial dalam penyaluran tenaga sepeda motor. Yang menarik adalah bagaimana dengan cara mengontrolnya. Yes, kali ini gue akan menulis sedikit tentang kontrol tenaga. Eits, jangan sampai kepleset nyebutnya. Kalau mau lebih sopan, biasanya disebut alat vitral! Hwe..?

Kali ini yang mengelitik gue untuk menulis artikel kali ini adalah tattoo yang tertulis di kedua tangan Jeff Wright. Pria yang dikenal di kancah permotoran dunia sebagai Church of Choppers, adalah seorang PENIKMAT MOTOR sejati. Meskipun terpampang CHOPPERS, namun Jeff Wright adalah pemuja kecepatan tulen. Superbike, motocross, dirt track, choppers, semua motor yang keluar dari bengkelnya di Des Moines, Iowa, selalu bercirikan satu hal yang jelas: PERFORMANCE! Entah itu superbike Honda RC-51 dengan velg carbon, BMW RnineT dengan Vertex Magneto, Kawasaki ZX10 modern dengan body enduro vintage, sampai dengan chopper Shovelhead 100ci dengan suspensi Ohlins dan rem Nissin yang biasa digunakan oleh motor balap, Jeff Wright selalu memaksimalkan tenaga mesin dengan piranti kontrol yang mumpuni. Mungkin itu juga alasan kenapa beliau menorehkan CLUTCH di lengan kiri dan dipadankan dengan BRAKE di lengan kanan. Paham?

Lawless_Clutch_Brake_5

Lawless_Clutch_Brake_3

Lawless_Clutch_Brake_2

Lawless_Clutch_Brake_4

Terlepas dari ada orang-orang yang serta-merta memindahkan tuas kopling tangan ke jockey shift mereka, kendali/kontrol tenaga dari sepeda motor yang kita naiki sangatlah penting bagi pengalaman berkendara, dan juga KEAMANAN pengendara serta orang-orang di sekitarnya. Hal ini bukanlah tergantung dari piranti apa yang kita gunakan, namun kesadaran/kedewasaan kita dalam memodifikasi kendaraan. Apakah kita siap berkendara sesuai dengan pilihan kita? Pernah ada yang meng-assess kondisi jalanan yang dilalui setiap hari? Cocok kah untuk berkendara dengan modifikasi-modifikasi seperti yang kita inginkan?

BISA dan BIASA adalah 2 hal yang berbeda, dan hal inilah yang membedakan keamanan serta kenyamanan berkendara di jalan raya. Pengetahuan dan pemahaman akan apa yang kita baca/kita lihat di internet tidak serta merta dapat dilaksanakan di jalan raya, apalagi oleh pengendara yang tidak terlatih. Berkendara roda dua dengan foot clutch (seringkali disalahartikan dengan membersihkan setang sebelah kiri) membutuhkan latihan dan pembiasaan yang sangat intense. Demikian pula, berkendara dengan hanya mengandalkan rem belakang (seringkali dipelesetkan dengan keinginan agar roda depan terlihat lebih “clean”, dan juga membersihkan setang sebelah kanan) juga memerlukan perubahan “pola pikir” saat membetot kabel gas. Apalagi mengimplementasikan keduanya. Akan tetapi, kedua hal tersebut tidak akan menghalangi pengalaman-pengalaman berkendara yang unik, seperti burn-out sambil start di lampu merah, ataupun nyelap-nyelip di kemacetan Jl. Antasari pada hari Jumat sore. It’s all about CONTROL.

Lawless_Clutch_Brake_6

Di sisi lain, berkendara menggunakan sepeda motor merupakan pengalaman yang berbeda, dan sangatlah “personal”. Disaat mobil mampu memberikan keamanan dan kenyamanan dalam berkendara, sepeda motor memberikan kenikmatan berkendara dalam hal kecepatan dan kemampuan bermanuver. Disaat motor yang dinikmati mulai dikatagorikan sepeda motor hobby, berbagai modifikasi akan dilakukan untuk membuatnya lebih cepat, atau lebih keren, dan bahkan ada yang melakukan keduanya. Segala piranti penambah kecepatan akan tidak ada artinya apabila kita tidak mampu mengendalikan kebuasan tenaga tersebut. Alih-alih keren, bisa jadi hal tersebut dapat melukai kita.

Segala sesuatu yang mampu bergerak lebih cepat daripada kecepatan kaki kita berlari adalah BERBAHAYA, dan penting bagi kita untuk mampu mengontrol hal tersebut. Think before you throttle-up,and keep the rubber side down!

 

Oleh Rizky Mandra dari SSMC dan Sekepal Aspal Indonesia.

 

Please follow & like us :
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://lawlessjakarta.com/blog/clutch-brake.html">
Twitter