BROTHERS BY FATE

Lawless_Mandra_1

Umur, jodoh, rejeki, konon merupakan hak prerogatif Tuhan YME. Kita manusia hanya bisa berusaha dan berdoa kepada Yang Maha Kuasa, semoga diberikan yang terbaik untuk ummatnya. Bagaimana dengan saudara? Saudara sedarah? Saudara seiman? Saudara seperjuangan? Saudara sepermotoran? Pilihan atau takdir? Hmm…

Gue kebetulan lahir sebagai anak tunggal dari orang tua dengan banyak kakak-beradik. So, saudara sedarah terdekat yang gue punya adalah sepupu, dan mereka tinggal di kota yang berbeda. Jadilah teman sepermainan adalah orang-orang yang gue anggap saudara terdekat. Keluarga mereka adalah extended family gue, dan bagi gue, mereka sama pentingnya dengan keluarga sedarah. Disaat permotoran mengambil porsi terbesar dari waktu main gue saat ini, ya mereka lah orang-orang yang gue anggap sebagai saudara-saudara terdekat.

Kedekatan hubungan peraudaraan biasanya terlihat saat ada masalah, issue, atau musibah. Banyak orang saling panggil Brother, Bro, Sob, sampe Bor, pun tidak berarti mereka akan saling mendukung atau saling membantu satu sama lain, disaat semua masih sedang bersenang-senang. Tapi disaat ada musibah muncul, akan jelas terlihat siapa yang memang hadir dan mendukung, siapa yang memang bisa dianggap “Brother”.

Takdir? Apakah sebuah takdir bahwa saat #DGRJakarta13 kemarin Marni terbakar tepat disaat gue tiba di Lawless Jakarta? Apakah sebuah takdir bahwa banyak orang yang membantu memadamkan dengan cepat, sehingga Marni hanya menderita luka bakar ringan? Apakah sebuah takdir ada orang-orang tak dikenal yang mengabadikan moment “Marni Berkobar”, upload di social media, dan beritanya sampai ke teman-teman di pulau seberang, sehingga mereka langsung telepon dan memberikan support bahkan saat tangki bensin marni masih hangat? Apakah sebuah takdir kalo gue sekarang di ASEAN dikenal sebagai orang Jakarta yang FXR-nya terbakar saat DGR? Apakah sebuah takdir kalo orang-orang tersebut memberikan support moral, spirit, semangat, tangki vintage untuk dicontek, sisa sale gasket kit komplit, dan ajakan untuk turun balap saat Marni sembuh nanti? Dua huruf kapital cukup untuk menjawab semua pertanyaan diatas: YA.

Marni datang ke hidup gue karena takdir yang mempertemukan kami, melalui orang-orang-orang terdekat yang gue anggap sebagai saudara. Disaat kami terluka, saudara-saudara ini pula yang membantu melewatinya dengan jauh lebih ringan dan bersemangat. Semangat yang sama untuk melihat Marni menggelegar lagi, lebih kencang, dan lebih semok dari sebelumnya. Apakah Takdir yang mempertemukan Marni dengan tanki vintage barunya? Intake Dual Carb “aneh”-nya? Atau finishing body yang lebih “berwarna”? Untuk itu sepertinya gue pun harus sabar menunggu tanggal mainnya.

God works in a misterius way. Sometimes in the form of a couple of odd friends i could truly call “Bor”.

Oleh Rizky Mandra dari SSMC.

*Dari lubuk hati terdalam, gue ucapkan terima kasih banyak untuk orang-orang yang membantu memadamkan Marni saat DGR lalu, dan juga untuk orang-orang yang selalu support dalam proses recovery-nya. Terima kasih, Bor!

 

Please follow & like us :
RSS
Follow by Email
Facebook
Google+
http://lawlessjakarta.com/blog/brothers-by-fate.html">
Twitter